Fenomena Pregnancy Nose: Tenang Bumil, Ini Hal Wajar

  • 11 Apr 2025 15:10 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Masa kehamilan merupakan fase penuh perubahan yang dialami oleh tubuh seorang wanita. Salah satu perubahan yang kerap terjadi namun belum banyak diketahui adalah kondisi yang dikenal dengan istilah pregnancy nose atau hidung kehamilan.

Seperti dikutip dari laman polri.go.id pregnancy nose merupakan kondisi di mana hidung ibu hamil tampak membengkak atau membesar. Selain itu, beberapa ibu hamil juga mengalami gejala seperti hidung meler atau tersumbat yang lebih sering dibandingkan sebelum masa kehamilan. Perubahan ini umumnya mulai terlihat jelas menjelang akhir kehamilan.

Istilah pregnancy nose sendiri bukan merupakan istilah medis resmi, melainkan istilah yang berkembang di media sosial. Meski demikian, fenomena ini dialami oleh banyak ibu hamil dan dianggap sebagai kondisi yang wajar selama kehamilan.

Kondisi ini terjadi akibat perubahan hormon selama masa kehamilan, yang memicu peningkatan aliran darah serta pelebaran pembuluh darah, termasuk pada jaringan hidung. Akibatnya, hidung menjadi lebih sensitif dan tampak membesar.

Untuk meredakan gejala pregnancy nose, para ibu hamil disarankan untuk membilas hidung dengan air garam menggunakan alat seperti neti pot atau botol pembilas. Selain itu, semprotan kortikosteroid atau dekongestan yang aman untuk kehamilan juga dapat membantu mengurangi hidung tersumbat dan mempermudah pernapasan.

Dokter juga menyarankan agar ibu hamil lebih waspada terhadap paparan alergen seperti asap rokok, debu, dan polusi udara. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Selain itu, menjaga asupan cairan sangat penting. Ibu hamil dianjurkan untuk minum setidaknya 12 gelas air putih per hari guna menjaga kelembapan saluran pernapasan. Bila pregnancy nose disertai mimisan, penggunaan humidifier atau pelembap udara di malam hari sangat disarankan, terutama bila berada di ruangan ber-AC.

Meski pregnancy nose bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan membuat sebagian ibu hamil merasa kurang percaya diri, kondisi ini bersifat sementara dan umumnya akan menghilang setelah melahirkan. Perubahan bentuk tubuh selama kehamilan adalah bagian alami dari proses kehamilan itu sendiri. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan para ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....