Fenomena Déjà Vu Misteri Otak yang Masih Diteliti
- 23 Mar 2025 04:53 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Pernahkah Anda merasa mengalami suatu kejadian yang terasa familiar, seolah-olah sudah pernah terjadi sebelumnya? Fenomena ini dikenal sebagai déjà vu, yang berasal dari bahasa Prancis yang berarti "sudah melihat." Meskipun umum terjadi, déjà vu masih menjadi misteri bagi para ilmuwan dan neurolog.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology, déjà vu kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan proses dalam otak, khususnya di bagian hippocampus yang berperan dalam memori. Otak mungkin secara keliru menganggap situasi baru sebagai sesuatu yang sudah pernah dialami sebelumnya.
Profesor Anne Cleary, seorang psikolog dari Colorado State University, menjelaskan bahwa déjà vu dapat terjadi karena adanya kemiripan antara pengalaman baru dengan kenangan lama yang tidak disadari. "Otak mungkin mengenali pola tertentu dalam pengalaman saat ini yang mirip dengan memori lama, sehingga menciptakan sensasi familiar yang kuat," ujarnya dalam penelitian yang dimuat di Psychological Science.
Beberapa teori utama tentang déjà vu meliputi:
- Teori Pemrosesan Memori
Kesalahan dalam penyimpanan dan pengambilan memori dapat membuat seseorang merasa telah mengalami suatu kejadian sebelumnya. - Teori Neurologis
Aktivitas otak yang tidak sinkron, seperti impuls listrik di hippocampus yang muncul secara tiba-tiba, dapat menciptakan ilusi bahwa sebuah peristiwa telah terjadi sebelumnya. - Teori Perhatian Ganda
Déjà vu bisa terjadi ketika otak memproses suatu informasi secara tidak sadar sebelum kita benar-benar menyadarinya, lalu menganggapnya sebagai sesuatu yang familiar.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....