Dampak Kesepian pada Kesehatan Mental dan Fisik Lansia
- 05 Mar 2025 02:48 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Kesepian adalah perasaan emosional yang sering kali diabaikan, padahal dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Fenomena ini terutama dialami oleh para lanjut usia (lansia), yang seringkali mengalami penurunan kondisi fisik dan mental seiring bertambahnya usia.
Menurut informasi yang disampaikan melalui situs kemendagri.go.id kesepian erat kaitannya dengan isolasi sosial, yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Meskipun seseorang tidak selalu sendirian secara fisik, kesepian muncul ketika ada kekurangan dalam koneksi sosial yang bermakna. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, hingga rasa tidak aman (insecure). Kondisi ini juga berhubungan langsung dengan berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk gangguan tidur dan bahkan penyakit jantung.
Seseorang yang terisolasi secara sosial atau merasakan kesepian lebih cenderung berisiko mengalami masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Isolasi sosial sendiri telah terbukti meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 7 dan 6 persen. Sementara itu, kesepian secara langsung dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 6 persen dan stroke 4 persen.
Dalam kehidupan lansia, kesepian sering muncul sebagai akibat dari perubahan besar yang terjadi pada mereka, seperti pensiun, berkurangnya aktivitas fisik, atau kehilangan orang-orang terdekat. Perasaan ketidakberdayaan dan stigma terkait usia tua, yang sering dianggap sebagai masa kelemahan dan rentan terhadap penyakit, membuat banyak lansia menarik diri dari hubungan sosial, yang pada akhirnya memperburuk kondisi emosional mereka.
Namun, kesepian bukanlah sesuatu yang tidak bisa diatasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesejahteraan emosional, seperti menjaga interaksi sosial. Bagi lansia, penting untuk menjalin komunikasi dengan keluarga dan teman-teman melalui telepon, video call, atau bahkan bertemu secara langsung. Bergabung dengan kelompok-kelompok sosial, seperti senam lansia atau reuni, dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga hubungan sosial.
Selain itu, menciptakan kegiatan yang menyenangkan dan bisa mengisi waktu, seperti membaca buku, mendengarkan musik, berjalan-jalan, atau merawat hewan peliharaan dan tanaman, juga dapat membantu mengatasi rasa sepi. Bahkan, menjalin pertemanan dengan anak muda atau orang-orang di sekitar lingkungan, seperti anak kost, bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi kesepian.
Penting bagi keluarga dan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional lansia dan tidak menganggap remeh kesepian yang mereka alami. Jika tidak segera diatasi, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan mereka, baik mental maupun fisik.
(Tetty B Pangemanan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....