Menguak Fenomena Toxic-Relationship : Dampak, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

  • 31 Okt 2024 18:52 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Belakangan ini, istilah toxic relationship semakin sering dibicarakan di media sosial dan berbagai platform lainnya. Istilah ini merujuk pada hubungan interpersonal yang cenderung merugikan salah satu atau kedua belah pihak secara emosional maupun psikologis. Sebagaimana di kutip dari laman American Psychological Association (APA). “Understanding and Coping with Toxic Relationships."

Berdasarkan data dari American Psychological Association (APA), toxic relationship tidak hanya terjadi dalam hubungan asmara, tetapi juga bisa muncul dalam hubungan pertemanan, keluarga, atau profesional.

Apa Itu Toxic Relationship?

Toxic relationship adalah hubungan yang ditandai dengan perilaku atau dinamika yang merusak kesehatan mental, emosional, dan terkadang fisik seseorang. Bentuk-bentuk toxic behavior yang umum antara lain adalah manipulasi, dominasi, kontrol berlebih, serta sikap merendahkan. Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak harusnya saling mendukung dan menumbuhkan rasa percaya diri satu sama lain, sedangkan dalam hubungan toxic, hal yang terjadi adalah kebalikannya. Psikolog klinis, Dr. Lillian Glass, yang pertama kali memperkenalkan istilah ini dalam bukunya Toxic People (1995), menjelaskan bahwa hubungan yang merusak ini sering kali membuat salah satu atau kedua pihak merasa terjebak, cemas, atau tidak berdaya.

Dampak Toxic Relationship

Hubungan yang bersifat toxic dapat memiliki berbagai dampak negatif, antara lain:

Stres dan Kesehatan Mental: Hubungan beracun sering kali mengakibatkan stres yang berkepanjangan, sehingga meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Kehilangan Harga Diri: Toxic relationship sering kali membuat seseorang merasa tidak berharga, terutama jika ada perilaku merendahkan atau pengabaian yang berulang.

Gangguan Fisik: Menurut riset yang dipublikasikan oleh Journal of Health and Social Behavior (2017), orang yang terjebak dalam hubungan toxic juga lebih rentan mengalami masalah kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi, gangguan tidur, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Tanda-Tanda Toxic Relationship

Beberapa tanda umum toxic relationship menurut psikolog adalah:

Dominasi dan Kontrol Berlebihan: Salah satu pihak cenderung selalu ingin mengontrol aktivitas atau keputusan yang diambil pihak lain.

Kurangnya Dukungan: Seseorang dalam hubungan toxic tidak merasa didukung, melainkan terus-menerus direndahkan atau dicurigai.

Manipulasi Emosional: Sering kali, salah satu pihak menggunakan perasaan bersalah atau ketakutan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Cara Mengatasi Toxic Relationship

Kenali Tanda-Tanda: Menyadari bahwa suatu hubungan bersifat toxic adalah langkah pertama untuk berubah.

Komunikasi: Berbicara secara terbuka dan jujur dengan pasangan atau pihak lain bisa membantu mengurangi ketegangan atau menemukan solusi bersama.

Pertimbangkan Bantuan Profesional: Konseling atau terapi dari psikolog dapat membantu seseorang menangani dampak emosional toxic relationship.

Pertimbangkan untuk Berpisah: Jika situasi tidak bisa diperbaiki, langkah terbaik mungkin adalah mengakhiri hubungan demi menjaga kesehatan mental dan fisik.

(Stanly Kalumata)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....