Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat Menjadi Penyebab Tingginya Turnover Karyawan

  • 31 Okt 2024 18:40 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Lingkungan kerja yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama di balik tingginya tingkat turnover atau pergantian karyawan di berbagai perusahaan di Indonesia.

Sebagaimana di kutip dari berbagai sumber: Society for Human Resource Management (SHRM): Studi tentang lingkungan kerja dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan karyawan. Menurut laporan terbaru dari Society for Human Resource Management (SHRM), suasana kerja yang dipenuhi konflik, kurangnya dukungan dari manajemen, hingga praktik kerja yang tidak adil dapat menyebabkan karyawan merasa tidak betah dan kurang produktif, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mencari peluang baru di tempat lain.

Ciri-Ciri Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Berdasarkan survei dari Harvard Business Review, lingkungan kerja yang tidak sehat sering ditandai dengan beberapa faktor, di antaranya konflik antar-rekan kerja yang tidak terselesaikan, praktik kompetisi tidak sehat, komunikasi yang minim, serta manajemen yang tidak mendukung pengembangan karyawan. "Ketika lingkungan kerja dipenuhi konflik dan perilaku yang tidak suportif, karyawan menjadi stres, kurang termotivasi, dan tidak produktif," tulis HBR dalam laporan tersebut.

Salah satu contoh adalah kasus yang terjadi di sebuah perusahaan ritel besar di Indonesia. Seorang mantan karyawan, Andi, mengaku keluar karena merasa tidak tahan dengan suasana kerja yang tidak kondusif. "Lingkungannya penuh persaingan yang tidak sehat. Alih-alih mendukung, rekan kerja malah saling menjatuhkan. Itu sangat menguras energi dan motivasi saya," ungkapnya.

Dampak Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Menurut hasil penelitian dari Gallup, lingkungan kerja yang penuh stres dapat menyebabkan burnout atau kelelahan kerja pada karyawan, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik mereka. Burnout juga berkaitan erat dengan tingkat absensi yang tinggi dan penurunan produktivitas. Karyawan yang mengalami burnout cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggalkan perusahaan.

Selain itu, sebuah laporan dari McKinsey menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang tidak sehat dapat mengganggu reputasi perusahaan dan menarik perhatian negatif dari calon karyawan. Dengan reputasi yang buruk terkait lingkungan kerja, perusahaan cenderung mengalami kesulitan dalam menarik talenta berkualitas.

Langkah Pencegahan

Para pakar SDM menyarankan agar perusahaan secara aktif menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dengan mendorong komunikasi terbuka, memberikan dukungan pada pengembangan karyawan, serta menghindari budaya persaingan yang berlebihan. "Perusahaan perlu mengembangkan kebijakan yang mendorong budaya kerja yang inklusif dan mendukung karyawan untuk tumbuh bersama," ujar riset dari SHRM.

Dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung, perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, mengurangi tingkat turnover, serta meningkatkan produktivitas dan reputasi mereka di industri. (Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....