Repotnya Punya Pasangan dengan Tipe "Anak Mama"Berdampak pada Hubungan

  • 27 Okt 2024 13:50 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Memiliki pasangan dengan tipe "anak mama" sering kali menjadi tantangan besar dalam suatu hubungan. Istilah "anak mama" merujuk pada seseorang yang tetap sangat terikat atau bergantung pada ibunya bahkan ketika sudah dewasa. Ketergantungan ini bisa mempengaruhi dinamika hubungan dengan pasangan dan bahkan menimbulkan konflik emosional dalam jangka panjang.

Sebagaimana di rangkum dari berbagai sumber: Journal of Family Psychology, “Family Boundaries and Adult Psychology Today,Adult Children and Emotional Dependency,”Journal of Relationships,” and PerSocialsonal Relationships, “Impact of Parental Attachment on Adult Relationships,” Berikut ini adalah beberapa dampak dan tips menghadapi pasangan tipe "anak mama," dengan pandangan dari para ahli dan sumber terpercaya.

Ketergantungan Emosional dan Kurangnya Kemandirian

Menurut Psychology Today, individu yang sangat bergantung pada ibu mereka mungkin mengalami kesulitan dalam membuat keputusan independen. Ketergantungan ini, meskipun tampak wajar, sering kali menghambat kemampuan mereka untuk berfungsi mandiri dalam hubungan. “Pasangan yang memiliki tipe ‘anak mama’ cenderung meminta nasihat atau persetujuan dari ibu sebelum membuat keputusan, yang dapat menyebabkan frustrasi pada pasangan mereka,” ujar Dr. Suzanne Degges-White, seorang terapis keluarga dan konselor di Northern Illinois University yang Mendominasi dan Pengaruh pada Hubungan**

Family Systems Theory, yang diperkenalkan oleh psikolog Murray Bowen, menjelaskan bahwa hubungan yang sangat kuat antara seorang ibu dan anak dewasa bisa membatasi individu tersebut untuk sepenuhnya memasuki fase kehidupan baru yang lebih mandiri, seperti pernikahan. Dalam Journal of Family Psychology, penelitian menemukan bahwa individu yang memiliki ikatan yang terlalu kuat dengan orang tua seringkali merasa sulit untuk mengutamakan pasangan dan hubungan pribadi mereka. “Ketika pasangan mengandalkan ibu sebagai tempat utama untuk dukungan emosional, ini dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan mereka,” jelas Dr. Patricia Love, penulis buku How to Improve Your Marriage Without Talking About It .

Masalah dalam Keluarga

Terapi pasangan juga menawarkan solusi bagi mereka yang mengalami masalah ini. Menurut Dr. John Gottman, ahli hubungan dan penulis The Seven Principles for Making Marriage Work, batasan yang sehat antara pasangan dan keluarga asal mereka sangat penting untuk menjaga keseimbangan hubungan. Dalam salah satu artikelnya di Gottman Institute. Gottman menyarankan bahwa pasangan perlu menetapkan batasan yang jelas untuk menghindari campur tangan dari pihak ketiga yang terlalu besar. “Pasangan yang berhasil menetapkan batasan yang sehat sering kali dapat menjaga hubungan lebih harmonis tanpa intervensi yang berlebihan dari keluarga,” tulis Gottman .

Dampak Psiko Pasangan

Studi yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa pasangan dari individu dengan ikatan ibu yang sangat kuat sering merasa terisolasi dan kurang dihargai. Dalam penelitian ini, pasangan sering melaporkan kurangnya dukungan emosional karena peran ibu terlalu mendominasi. Hal ini mengakibatkan rasa tidak aman dan frustrasi pada pasangan yang merasa mereka tidak menjadi prioritas utama dalam hubungan .

Mengatasi Tantangan dan Keseimbangan

Para ahli menyarankan pasangan untuk terbuka dalam berkomunikasi terkait perasaan mereka. Dr. Michael Ungar, seorang psikolog keluarga, menyarankan agar pasangan tipe “anak mama” didorong untuk berdiskusi secara mandiri dengan pasangannya tanpa melibatkan ibu mereka secara berlebihan. "Dengan komunikasi yang baik, pasangan bisa belajar menghargai batasan dan menemukan keseimbangan," katanya dalam artikel di PsychCentral .

Kesimpulan

Menjalin hubungaipe "anak mama" bukan berarti mustahil, namun membutuhkan usaha ekstra dari kedua belah pihak untuk menjaga keseimbangan. Dengan batasan yang sehat dan komunikasi yang terbuka, pasangan dapat menjalani hubungan yang lebih harmonis tanpa terlalu banyak intervensi dari pihak ketiga. (Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....