Sesuatu yang Berlebihan Menjadi Tidak Baik Bagi Kesehatan dan Kehidupan
- 26 Okt 2024 16:55 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Segala sesuatu yang berlebihan ternyata membawa lebih banyak dampak negatif daripada manfaat. Mulai dari makanan, olahraga, bekerja, hingga penggunaan teknologi, para pakar kesehatan dan psikologi mengingatkan bahwa menjalani sesuatu secara berlebihan, meskipun awalnya mungkin positif, dapat berbalik membahayakan kesejahteraan tubuh dan mental.
Sebagaimana di kutip dari laman World Health Organization (WHO): "Health Risks of an Unbalanced Lifestyle" Menurut penelitian dari World Health Organization (WHO), gaya hidup berlebihan, termasuk dalam hal pola makan dan kebiasaan bekerja, kerap menjadi sumber utama berbagai penyakit modern. Misalnya, pola makan berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Demikian pula, kelebihan olahraga bisa memicu cedera otot dan masalah kesehatan lainnya. WHO menyarankan agar masyarakat menerapkan pola hidup seimbang untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dalam hal teknologi, laporan dari American Psychological Association menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Orang yang menghabiskan waktu lebih dari lima jam sehari di media sosial berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan kurangnya kepercayaan diri. Hal ini terjadi karena eksposur terhadap konten yang sifatnya membandingkan kehidupan sosial, penampilan, atau keberhasilan orang lain, yang bisa menimbulkan tekanan emosional. "Seperti makanan yang baik untuk tubuh, media sosial juga perlu dikonsumsi dalam jumlah yang moderat," kata Dr. Pamela Rutledge, seorang pakar psikologi media dari Fielding Graduate University.
Berlebihan dalam bekerja juga menimbulkan risiko kesehatan, seperti yang dilaporkan oleh Harvard Business Review. Studi menemukan bahwa jam kerja yang terlalu panjang dan tekanan kerja yang terus-menerus mengakibatkan peningkatan stres, gangguan tidur, dan bahkan dapat memicu penyakit jantung. Artikel tersebut menekankan pentingnya budaya kerja yang seimbang antara waktu untuk bekerja dan beristirahat demi mencapai produktivitas optimal dan menjaga kesehatan fisik serta mental.
Para ahli sepakat bahwa kebiasaan atau aktivitas sehari-hari yang awalnya bermanfaat, jika dilakukan secara berlebihan, dapat berubah menjadi faktor risiko bagi kesehatan dan kesejahteraan. Menerapkan keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan adalah kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa harus merasakan dampak negatifnya. (Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....