Apa Itu Broken Home dan Dampaknya Terhadap Anak
- 20 Okt 2024 22:36 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Broken home adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keluarga yang tidak utuh, biasanya disebabkan oleh perceraian, perpisahan, atau hilangnya salah satu orang tua. Situasi ini dapat memberikan dampak yang mendalam pada perkembangan emosional dan psikologis anak.
Seperti di kutip dari alodokter.com Dampak yang diterima oleh anak broken home atas perpisahan orang tuanya berbeda-beda. Hal ini tergantung pada usia seorang anak ketika orangtua bercerai, jenis kelamin anak, kepribadian anak, dan hubungan anak dengan orang tuanya.
Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home sering mengalami ketidakstabilan emosional. Mereka mungkin merasa bingung, sedih, atau marah akibat perpisahan orang tua. Perasaan ditinggalkan atau kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tua dapat membuat anak merasa tidak aman dan mengurangi rasa percaya diri mereka.
Selain itu, broken home juga dapat berdampak pada prestasi akademik anak. Ketidakstabilan emosional dapat mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar, sehingga anak-anak cenderung mengalami penurunan prestasi di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga broken home memiliki risiko lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku negatif seperti membolos atau kenakalan remaja.
Keberadaan dukungan emosional dari orang tua yang penuh perhatian sangat penting bagi perkembangan anak. Dalam situasi broken home, anak-anak sering kali kehilangan figur ayah atau ibu yang aktif, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk membentuk hubungan yang sehat di masa depan.
Penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga broken home agar mereka dapat mengatasi dampak negatif ini dan tumbuh menjadi individu yang seimbang dan sehat secara emosional. (Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....