Mengenal Ikan Belida, Bahan Baku Pempek yang Kini Dilindungi
- 20 Sep 2024 10:28 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Ikan belida merupakan jenis spesies ikan tawar yang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Ikan yang memiliki nama ilmiah Chitalia ini memiliki bentuk tubuh memanjang yang mirip dengan bentuk pisau atau lidah sehingga sering disebut sebagai knife fish atau ikan pisau.
Pempek adalah salah satu makanan tradisional khas Palembang yang dahulu bahan bakunya dari ikan belida. Namun pada tahun 2021 pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang membuat olahan makanan ataupun sejenisnya menggunakan bahan ikan belida.
Melansir dari laman Greeners, berikut ini fakta mengenai ikan belida yang perlu diketahui:
1. Bukan hewan endemik
Ikan belida bukanlah hewan endemik. Karena ikan ini tersebar di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Ikan belida juga ada di Singapura hingga Filipina. Di Indonesia sendiri ada enam jenis genus ikan belida yaitu C. blanci (Indochina Featherback) C. borneensis (Indonesian Featherback) C. chitala (Clown Knifefish) C. hypselonotus, C. lopis (Giant Featherback) dan C. ornata (Clown Featherback).
2. Mulai langka
Kelangkaan ini dikonfirmasi dengan masuknya ikan belida dalam kategori hewan yang dilindungi. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 1 tahun 2021.
Menurut Dr Dina Muthmainnah peneliti Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, penurunan populasi ikan belida disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari aktivitas penangkapan lebih (overfishing), penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan perubahan kondisi lingkungan perairan.
"Karena sistem, pendataan kita di perairan darat (sungai, danau dan rawa-red) itu belum bagus. Hanya mencatat apa yang terjual di pasar atau data produksi," ujarnya.
Tahun 2000 Ditjen perikanan mencatat produksi tahunan ikan belida di Indonesia terus mengalami penurunan. Tahun 1991 ada 8.000 ton ikan belida yang tercatat dalam penangkapan. Jumlah ini menurun menjadi 5.000 ton di tahun 1995 dan 3.000 ton di tahun 1998.
3. Maskot Sumatera Selatan
Ikan belida tersebar di perairan darat Indonesia. Namun hanya masyarakat Palembang-lah yang menjadikan belida sebagai maskot. Mulai dari masakan pindang, pempek hingga kerupuk.
Ukurannya besar sekitar 68 cm saat dewasa, tekstur dagingnya lembut sehingga menjadi favorit sebagai bahan baku makanan. Protein dan vitamin yang terkandung dalam ikan belida juga tinggi.
4. Bentuknya unik
Bentuk ikan belida unik. Ikan ini memiliki lengkungan di bagian kepalanya. Sementara badannya memiliki warna yang berbeda-beda. Ada yang hitam mengkilap dan totol-totol. Ikan ini sudah dijadikan sebagai ikan hias di Singapura.
5. Habitat ikan belida rusak
Selain adanya overfishing, kelangkaan ikan belida juga dipengaruhi oleh penurunan kualitas air atau degradasi habitat. Sampah, sedimentasi, polusi industri rumahan di pinggir sungai menjadi masalah utama yang harus diselesaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....