Upiya Karanji atau Songkok Khas Gorontalo

  • 17 Sep 2024 13:20 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Upiya karanji merupakan salah satu produk kerajinan tradisional yang sangat populer di daerah Gorontalo. Upiya Karanji atau Songkok Khas Gorontalo ini terbuat dari anyaman sejenis rotan yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan Pohon Mintu. Anyaman Pohon Mintu bahannya sangat mendukung karena agak lunak dan mudah untuk dianyam.

Dewasa ini upiya karanji telah dijadikan identitas khas orang Gorontalo sehingga sangat mudah dikenali saat bepergian terutama ketika digunakan saat beribadah ke tanah suci. Upiya karanji dari tahun ke tahun mengalami perkembangan terutama bentuk, model dan desainnya.

Melansir dari laman Kebudayaan.Kemendikbud, adapun proses pemilihan bahan dan pembuatan produk upiya karanji dijelaskan sebagai berikut. Pada awal pertama untuk memulai tahapan pekerjaan pembuatan upiya karanji bahan yang di pilih oleh perajin pada umumnya yakni,

1. Bahan baku mintu sudah tergolong berkualitas seperti dengan mengamati pohannya yaitu harus pohon yang sudah terlihat tua

2. Bahan sudah yang sudah diidentifikasi kemudian diselektif terlebih dahulu

3. setelah itu dijemur di panas matahari selama dua jam jika segera diperlukan segera pembuatannya. Jika tidak terburu-buru maka cukup hanya diangin-anginkan saja hingga kering selama dua hari.

4. Setelah itu maka bahan pembuat upiya karanji diangap telah siap.

Selanjutnya dalam proses pembuatan upiya karanji dibutuhkan bahan-bahan sederhana seperti pisau, lempengan logam (penutup kaleng yang sudah dilubangi) dan meteran untuk mengukur nomor kopiah sesuai keinginan pemesan.

Proses produksi sebuah upiya karanji dilakukan berbagai tahapan pekerjaan yakni setelah terpilih helai mintu yang akan digunakan maka usaha selanjutnya mengecilkan mintu sampai ukuran halus sesuai dibutuhkan untuk anyaman sebuah upiya.

Pada tahap ini seorang perajin akan secara selektif memilih bahan apakah memilih warna polos atau perlu disisipi mintu berwarna karena setiap perajin memiliki selera berbeda dalam hal variasi dan bentuk upiya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....