Baca Buku Banyak, Benarkah Makin Pintar?
- 28 Sep 2026 23:09 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Membaca banyak buku sering dipandang sebagai salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan kemampuan berpikir. Meski begitu, banyaknya bacaan yang diselesaikan tidak serta-merta menggambarkan seberapa baik seseorang memahami informasi yang diperolehnya.
Hal tersebut terlihat dalam penelitian “How Are Practice and Performance Related? Development of Reading From Age 5 to 15” yang dimuat di Reading Research Quarterly. Penelitian ini mengamati 200 anak dari usia 5 hingga 15 tahun untuk melihat keterkaitan antara kemampuan membaca dan seberapa sering mereka membaca. Hasilnya memperlihatkan bahwa keduanya saling berkaitan. Anak dengan kemampuan membaca yang lebih baik sejak awal cenderung memiliki kebiasaan membaca lebih banyak, sementara aktivitas membaca yang dilakukan secara lebih sering juga berhubungan dengan peningkatan kemampuan membaca pada tahap selanjutnya. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan membaca berkembang melalui hubungan antara kemampuan awal dan pengalaman membaca, bukan hanya karena seseorang memperbanyak jumlah buku yang dibaca.
Manfaat membaca juga tidak hanya berkaitan dengan banyaknya halaman yang dilewati. Penelitian “Reading books: The positive impact of print exposure on written word recognition” dalam Cognition menguji bagaimana pengalaman membaca memengaruhi kemampuan seseorang mengenali kata. Peserta penelitian membaca sebuah novel dengan kecepatan masing-masing, kemudian menjalani pengujian terhadap pengenalan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata yang ditemui selama membaca dapat diproses dan dikenali dengan lebih efisien, termasuk kata-kata yang relatif jarang digunakan. Artinya, pengalaman berinteraksi dengan bahasa tertulis secara berulang dapat memberikan manfaat pada proses pengenalan kata.
Gambaran yang lebih luas ditemukan dalam tinjauan sistematis “The relationship between cognitive reserve and cognition in healthy adults: a systematic review” yang diterbitkan dalam Current Psychology. Kajian tersebut melihat hubungan antara cadangan kognitif dan kemampuan berpikir pada orang dewasa. Berbagai aktivitas intelektual, salah satunya membaca, menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan cadangan kognitif. Hasil tinjauan menunjukkan adanya hubungan positif dengan kemampuan seperti perhatian, kelancaran berbicara, dan ingatan. Namun, membaca tetap hanya salah satu dari berbagai aktivitas yang dapat berhubungan dengan kemampuan kognitif, sehingga frekuensi membaca tidak dapat digunakan sebagai ukuran tunggal kecerdasan.
Pada akhirnya, membaca bukan sekadar soal menghitung berapa banyak buku yang berhasil ditamatkan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana informasi dari bacaan dipahami, disimpan dalam ingatan, dipertanyakan kembali, dan digunakan untuk memperluas cara seseorang melihat suatu persoalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....