Jarak Mengubah Cara Kita Melihat Masalah
- 21 Sep 2026 19:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Masalah sering terasa semakin berat ketika seseorang terlalu dekat dengan situasi yang sedang dihadapi. Berhenti sejenak dan mencoba melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas dapat membantu seseorang memahami keadaan tanpa terlalu terbawa oleh emosi yang muncul.
Penelitian berjudul “Regulating Emotion Through Distancing: A Taxonomy, Neurocognitive Model, and Supporting Meta-Analysis” dalam Perspectives on Psychological Science membahas jarak psikologis sebagai salah satu cara untuk mengatur respons emosional. Jarak tersebut dapat dibangun dengan melihat suatu kejadian dari rentang waktu yang berbeda, membayangkan diri berada di tempat lain, atau memosisikan diri sebagai pengamat. Hasil analisis terhadap sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat membantu menurunkan intensitas emosi negatif ketika seseorang menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan. Dengan mengambil posisi sebagai pengamat, seseorang memiliki kesempatan untuk tidak langsung bereaksi dan dapat mempertimbangkan berbagai cara dalam menghadapi persoalan.
Penelitian “Lasting Effects of Cognitive Emotion Regulation: Neural Correlates of Reinterpretation and Distancing” yang diterbitkan dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience juga menemukan bahwa perubahan sudut pandang dapat memengaruhi respons emosional. Mengambil jarak dan memberikan makna baru terhadap suatu pengalaman sama-sama dapat membantu mengurangi perasaan negatif. Namun, penafsiran kembali menunjukkan efek yang masih terlihat ketika peserta kembali berhadapan dengan pengalaman yang sama satu minggu kemudian. Temuan ini menunjukkan bahwa cara seseorang memahami suatu kejadian dapat memengaruhi respons emosionalnya bahkan setelah kejadian tersebut berlalu.
Sementara itu, penelitian “Behavioral Effects of Longitudinal Training in Cognitive Reappraisal” dalam Emotion menunjukkan bahwa kemampuan mengubah cara pandang terhadap pengalaman bukan sesuatu yang sepenuhnya tetap. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui praktik yang dilakukan secara berulang. Peserta yang mengikuti latihan pengaturan emosi mengalami penurunan perasaan negatif, sedangkan mereka yang berlatih mengambil jarak juga melaporkan berkurangnya tekanan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat persoalan dari jarak tertentu bukan berarti memilih untuk menghindarinya. Cara tersebut dapat menjadi kesempatan untuk keluar sejenak dari pusaran emosi, melihat masalah dengan lebih menyeluruh, lalu kembali menghadapinya dengan pemahaman dan respons yang lebih terarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....