Tak Semua Perasaan Harus Ditunjukkan
- 21 Sep 2026 19:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memperlihatkan apa yang dirasakannya. Ekspresi yang dianggap tepat dalam satu keadaan belum tentu sesuai ketika situasinya berubah. Karena itu, kemampuan memahami kondisi sekitar dapat membantu seseorang menentukan cara menyampaikan emosi tanpa harus mengabaikan perasaan sendiri.
Penelitian berjudul “Flexible Emotion Regulation: How Situational Demands and Individual Differences Influence the Effectiveness of Regulatory Strategies” dalam Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa tidak ada satu strategi pengelolaan emosi yang selalu efektif untuk semua keadaan. Seseorang dapat memilih untuk mengurangi ekspresi emosinya ketika situasi menuntut ketenangan, tetapi pada kondisi yang lebih mendukung, ia dapat menunjukkan perasaan secara lebih terbuka. Efektivitas respons tersebut berkaitan dengan tuntutan lingkungan sekaligus karakteristik individu. Dengan kemampuan menyesuaikan respons, seseorang mempunyai lebih banyak cara untuk menghadapi perubahan situasi.
Hal serupa dibahas dalam penelitian “Assessing the Relation Between Flexibility in Emotional Expression and Symptoms of Anxiety and Depression: The Roles of Context Sensitivity and Feedback Sensitivity” yang dimuat dalam Journal of Personality. Fleksibilitas dalam berekspresi merujuk pada kemampuan mengubah intensitas tampilan emosi berdasarkan kebutuhan suatu keadaan. Untuk melakukannya, seseorang perlu mengenali konteks yang sedang dihadapi sekaligus memperhatikan reaksi yang muncul dari orang lain. Artinya, mengelola ekspresi bukan hanya persoalan memilih untuk menunjukkan atau menyembunyikan perasaan, tetapi juga memahami kapan dan dalam situasi seperti apa emosi tersebut sebaiknya ditampilkan.
Penelitian “Associating Flexible Regulation of Emotional Expression With Psychopathological Symptoms” dalam Frontiers in Psychology turut menjelaskan bahwa seseorang dapat dengan sengaja mengubah tingkat ekspresi emosinya, baik dengan memperkuat maupun menguranginya. Kemampuan tersebut tidak sama dengan kecenderungan untuk selalu terbuka atau justru selalu menutupi perasaan. Yang menjadi perhatian adalah kemampuan untuk menyesuaikan ekspresi dengan keadaan yang sedang berlangsung.
Menjadi fleksibel dalam berekspresi bukan berarti harus berpura-pura atau meninggalkan kepribadian sendiri. Seseorang tetap dapat bersikap jujur terhadap perasaannya sambil mempertimbangkan keadaan. Ada waktu untuk mengungkapkan emosi secara terbuka, ada pula situasi yang membutuhkan pengendalian diri agar perasaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....