Abu Vulkanik Bisa Masuk hingga Paru-Paru, Kelompok Rentan Perlu Waspada
- 16 Sep 2026 13:46 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengotori lingkungan. Partikel berukuran sangat kecil yang terkandung di dalamnya dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru dan memicu gangguan kesehatan.
Spesialis pulmonologi konsultan Rumah Sakit Persahabatan, dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked, menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu biasa. Abu vulkanik dapat mengandung silika dan kuarsa yang secara mikroskopis memiliki bentuk tajam seperti pecahan kaca.
“Kalau kita bisa lihat partikel silika itu secara mikroskopis, itu kayak pecahan kaca yang tajam-tajam yang halus-halus,” ujar Feni dalam Talkshow Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, abu vulkanik juga terdiri atas partikel dengan ukuran yang beragam, termasuk PM2,5 yang sangat kecil. Partikel tersebut dapat melewati penyaring alami di saluran pernapasan dan masuk hingga ke alveoli.
“Kalau dia ukurannya yang kita sebut PM2,5, ukurannya sangat kecil. Sehingga dia tidak terlihat, tidak berbau, tidak berasa, tapi bisa masuk sampai ke dalam saluran napas, sampai ke alveoli,” katanya.
Paparan abu vulkanik dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung, kulit, hingga saluran pernapasan. Keluhan yang muncul antara lain mata berair, hidung berair, batuk, bersin, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan.
Risiko tersebut menjadi lebih besar pada kelompok yang sebelumnya telah memiliki gangguan kesehatan, seperti penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Buat orang-orang yang sudah punya, katakanlah kondisi sakit asma, PPOK, gangguan jantung dan pembuluh darah, atau memang dia enggak sakit asma, PPOK, tapi memang kondisinya lemah, misalnya lansia saja,” kata Feni.
Ia menyarankan masyarakat mengutamakan upaya menghindari paparan. Saat kondisi udara dipenuhi abu vulkanik, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah dan memastikan debu maupun partikel dari luar tidak mudah masuk.
Untuk masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga menjadi salah satu bentuk perlindungan. Feni menyebut masker N95 memberikan perlindungan optimal apabila digunakan dengan benar dan tidak mengalami kebocoran.
“Yang penting jangan sampai nggak pakai masker,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....