Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Pikiran Kita?
- 13 Sep 2026 21:20 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Indoktrinasi terhadap diri sendiri dapat terbentuk saat seseorang mengulang gagasan tertentu secara terus-menerus hingga meyakininya sebagai kebenaran yang mutlak. Proses tersebut tidak selalu dipengaruhi oleh paksaan dari luar, tetapi bisa muncul melalui pengalaman pribadi, kebiasaan berpikir, lingkungan, dan penilaian yang dilakukan berulang kali.
Berdasarkan kajian dalam jurnal “What Is the Function of Confirmation Bias?” yang diterbitkan dalam Erkenntnis, seseorang biasanya lebih mudah menerima informasi yang sejalan dengan keyakinan yang telah dimiliki. Ia cenderung mencari, mengingat, dan mempercayai bukti yang mendukung pandangannya. Sebaliknya, informasi yang berlawanan dapat diabaikan, diragukan, atau dianggap tidak benar. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa bias konfirmasi tidak hanya berkaitan dengan kekeliruan dalam berpikir, tetapi juga dipengaruhi oleh keinginan untuk mempertahankan keyakinan yang sudah tertanam. Jika terus berlangsung, pola ini dapat membuat seseorang hanya menerima informasi yang sesuai dengan pandangan pribadinya.
Dalam penelitian yang dimuat pada jurnal “Deceiving oneself or self-deceived? On the formation of beliefs 'under the influence” yang diterbitkan dalam Mind, dijelaskan bahwa seseorang dapat tetap memegang suatu keyakinan meskipun kenyataan menunjukkan bukti yang berlawanan. Kajian ini membahas penipuan diri, yaitu keadaan ketika seseorang mengarahkan pikirannya, secara sadar ataupun tidak sadar, agar tetap mempercayai sesuatu yang sulit dibenarkan secara logis. Keinginan untuk memperoleh ketenangan, diterima oleh orang lain, atau menghindari rasa bersalah dapat membuat seseorang memilih keyakinan yang terasa nyaman daripada menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan.
Kajian ilmiah dalam jurnal “Internalized Oppression and Its Varied Moral Harms: Self‐Perceptions of Reduced Agency and Criminality” yang diterbitkan dalam Hypatia menunjukkan bahwa penilaian negatif dari lingkungan dapat tertanam dalam diri seseorang dan berubah menjadi cara pandang terhadap dirinya sendiri. Seseorang yang terus-menerus menerima perlakuan merendahkan dapat mulai percaya bahwa dirinya tidak mampu, tidak layak, atau selalu menjadi sumber masalah. Keyakinan tersebut kemudian dapat memengaruhi tindakan, mengurangi rasa percaya diri, serta membuat seseorang membatasi kesempatan yang sebenarnya dapat diraih.
Indoktrinasi terhadap diri sendiri dapat dikenali melalui keengganan untuk mempertanyakan keyakinan, penolakan terhadap bukti yang berbeda, dan kebiasaan menyalahkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan keadaan secara adil. Membebaskan pikiran tidak berarti harus meninggalkan seluruh keyakinan yang dimiliki. Hal itu dapat dimulai dengan memeriksa kembali alasan di balik suatu pandangan, bersedia menerima koreksi, mendengarkan sudut pandang lain, dan menyadari bahwa keyakinan pribadi masih mungkin mengalami kekeliruan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....