Awal Mula Budaya Memelihara Hewan

  • 07 Sep 2026 21:18 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan memelihara hewan ternyata sudah ada jauh sebelum kehidupan modern. Selama ribuan tahun, manusia dan hewan telah hidup berdampingan. Pada awalnya, kedekatan tersebut lebih banyak terbentuk karena kebutuhan manusia, tetapi seiring waktu hubungan itu berkembang menjadi ikatan yang lebih dekat dan personal.

Jurnal “From Wild Animals to Domestic Pets, an Evolutionary View of Domestication” dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menyebutkan bahwa anjing menjadi salah satu hewan yang paling awal membangun kedekatan dengan manusia. Proses domestikasi diperkirakan berlangsung sekitar 15.000 tahun lalu. Serigala yang memiliki tingkat toleransi lebih tinggi terhadap manusia diduga mulai mendatangi kelompok pemburu-pengumpul untuk memperoleh sisa makanan. Interaksi yang terus terjadi kemudian menciptakan hubungan saling menguntungkan. Anjing membantu manusia dalam berburu dan menjaga lingkungan, sementara manusia menyediakan sumber makanan. Dari hubungan tersebut, keduanya semakin terbiasa hidup berdampingan hingga anjing akhirnya berperan sebagai hewan pendamping.

Kucing memiliki cerita domestikasi yang tidak sama. Berdasarkan jurnal “Earliest Evidence for Commensal Processes of Cat Domestication” yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, kedekatan kucing dengan manusia berawal dari lingkungan pertanian. Persediaan hasil panen menarik keberadaan hewan pengerat, yang kemudian menjadi sumber makanan bagi kucing liar. Kondisi tersebut membuat kucing semakin sering berada di sekitar permukiman manusia. Temuan arkeologi di Siprus memperlihatkan bukti hubungan manusia dan kucing sejak sekitar 9.500 tahun lalu. Kedekatan itu kemudian berlangsung secara perlahan hingga menghasilkan proses domestikasi.

Perjalanan hubungan tersebut tidak berhenti pada fungsi praktis. Jurnal “From the Editors: The Human-Animal Bond and Domestication: Through the Ages” dalam Animal Frontiers menjelaskan bahwa posisi hewan dalam kehidupan manusia terus mengalami perubahan. Hewan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan atau memenuhi kebutuhan hidup mulai memiliki peran sebagai hewan pendamping. Hubungan yang terbentuk pun semakin melibatkan aspek sosial dan emosional.

Dengan demikian, tradisi memelihara hewan tidak lahir pada satu masa tertentu. Kebiasaan tersebut merupakan hasil dari hubungan panjang yang terbentuk ketika manusia dan hewan mulai saling beradaptasi, hidup berdekatan, hingga akhirnya menempatkan hewan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....