Natty: Otot Besar tanpa Jalan Pintas

  • 07 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Tubuh berotot besar tidak selalu berarti seseorang menggunakan zat peningkat performa. Istilah “natty” justru merujuk pada proses membangun fisik secara alami melalui latihan, pola makan, dan konsistensi.

Dalam dunia kebugaran, istilah “natty” digunakan untuk menyebut orang yang membentuk tubuh tanpa bantuan zat peningkat performa terlarang. Ukuran otot yang besar pun bukan berarti mustahil dicapai secara alami. Namun, prosesnya tidak berlangsung dalam waktu singkat karena membutuhkan latihan yang teratur, asupan makanan yang sesuai, istirahat, serta kedisiplinan dalam jangka panjang.

Menurut jurnal “Evidence-based recommendations for natural bodybuilding contest preparation: nutrition and supplementation” dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, keberhasilan binaragawan alami sangat berkaitan dengan cara mengatur energi dan zat gizi selama menjalani program. Protein, lemak, karbohidrat, latihan beban, dan waktu pemulihan perlu diperhitungkan agar tubuh tetap mampu mempertahankan massa otot ketika lemak tubuh mulai dikurangi.

Penurunan berat badan juga tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan. Penelitian tersebut merekomendasikan penurunan sekitar 0,5–1 persen dari berat badan setiap minggu selama masa persiapan. Laju penurunan yang lebih terkendali dapat membantu mengurangi risiko hilangnya massa otot. Protein juga menjadi bagian penting karena tubuh tetap membutuhkan asupan tersebut untuk mempertahankan jaringan otot saat jumlah energi yang masuk mulai dibatasi.

Pola persiapan juga terlihat dalam penelitian “Nutritional strategies of British professional and amateur natural bodybuilders during competition preparation”. Penelitian yang melibatkan 47 binaragawan alami ini menemukan bahwa atlet profesional umumnya menjalani masa persiapan yang lebih panjang. Mereka juga cenderung menurunkan berat badan dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan peserta amatir. Strategi tersebut dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh dan massa otot selama menjalani diet untuk kompetisi.

Sementara itu, penelitian dalam jurnal “Physiological implications of preparing for a natural male bodybuilding competition” mengamati sembilan binaragawan alami yang sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan. Lemak tubuh para peserta mengalami penurunan cukup besar, sedangkan sebagian besar massa bebas lemak masih dapat dipertahankan. Meski demikian, pembatasan energi yang terlalu rendah juga memberikan dampak terhadap tubuh, salah satunya terlihat dari menurunnya kadar testosteron dan IGF-1. Setelah kompetisi berakhir, sebagian perubahan tersebut kembali membaik.

Hal ini memperlihatkan bahwa istilah “natty” tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik. Di balik tubuh yang terbentuk secara alami terdapat proses panjang yang melibatkan latihan, pengaturan makanan, pemulihan, dan kesabaran. Perkembangannya pun berbeda pada setiap orang karena faktor genetik, usia, pengalaman latihan, serta kondisi tubuh turut menentukan hasil yang dapat dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....