Renungan GMIM: Carilah Orang yang Cakap dan Takut Akan Allah
- 07 Sep 2026 06:54 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Keluaran 18:13–27 menceritakan bagaimana Musa menjalankan tugas yang sangat berat. Setiap hari, bangsa Israel datang kepadanya untuk meminta keputusan atas berbagai persoalan. Musa bekerja dari pagi hingga petang seorang diri. Melihat keadaan itu, Yitro, mertuanya, menasihati Musa agar tidak memikul semua tanggung jawab sendirian. Yitro berkata agar Musa memilih orang-orang yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya, dan membenci pengejaran keuntungan yang tidak benar.
Nasihat Yitro mengajarkan bahwa kemampuan saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin. Seseorang mungkin memiliki kecerdasan, pengalaman, pendidikan, bahkan kemampuan berbicara yang luar biasa. Namun, tanpa takut akan Allah, kemampuan tersebut dapat disalahgunakan. Orang yang cakap tetapi tidak memiliki integritas bisa membawa kerugian bagi banyak orang. Karena itu, karakter dan kehidupan rohani harus berjalan bersama dengan kompetensi.
“Takut akan Allah” bukan berarti hidup dalam ketakutan kepada Tuhan, melainkan memiliki rasa hormat yang mendalam kepada-Nya. Orang yang takut akan Allah menyadari bahwa setiap keputusan, perkataan, dan tindakan pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Ia tidak hanya bertanya, “Apa yang menguntungkan saya?”, tetapi juga, “Apakah ini benar di hadapan Tuhan?” Inilah yang membuat seseorang dapat dipercaya ketika diberi tanggung jawab.
Menariknya, Yitro juga meminta Musa mencari orang-orang yang membenci pengejaran keuntungan yang tidak benar. Ini menunjukkan betapa pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Kekuasaan dan jabatan selalu memiliki godaan. Ketika seseorang mulai menggunakan tanggung jawab untuk kepentingan pribadi, kepercayaan akan runtuh. Sebaliknya, orang yang jujur tetap memegang prinsip meskipun tidak ada yang melihat, karena ia sadar bahwa Tuhan melihat hatinya.
Renungan ini juga mengingatkan kita bahwa kita tidak harus melakukan segala sesuatu seorang diri. Musa adalah pemimpin besar yang dipakai Tuhan, tetapi ia tetap membutuhkan orang lain. Tuhan dapat menghadirkan orang-orang cakap di sekitar kita untuk membantu menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita. Karena itu, jangan merasa bahwa mendelegasikan tugas berarti kehilangan kendali. Justru dengan mempercayakan tanggung jawab kepada orang yang tepat, kita sedang membangun pelayanan, keluarga, pekerjaan, dan komunitas yang lebih sehat.
Hari ini, marilah kita bukan hanya mencari orang yang cakap, tetapi juga menjadi orang yang cakap dan takut akan Allah. Kiranya kecakapan kita disertai kejujuran, tanggung jawab kita disertai kerendahan hati, dan setiap keputusan kita dilandasi kehendak Tuhan. Sebab pada akhirnya, yang Tuhan cari bukan sekadar orang yang mampu melakukan banyak hal, tetapi orang yang mampu dan dapat dipercaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....