Renungan GMIM: Takutlah Akan Tuhan dan Beribadahlah kepada-Nya dengan Tulus Ikhlas

  • 22 Agt 2026 22:39 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Yosua 24:1-28 menceritakan bagaimana Yosua mengumpulkan seluruh bangsa Israel di Sikhem menjelang akhir hidupnya. Ia mengingatkan mereka kembali tentang perjalanan panjang yang telah Tuhan lakukan: memanggil Abraham, membebaskan Israel dari Mesir, menyertai mereka di padang gurun, dan memberikan Tanah Perjanjian. Semua itu menunjukkan bahwa perjalanan Israel bukan hanya hasil kekuatan manusia, melainkan karena kesetiaan dan pertolongan Tuhan.

Menariknya, Yosua tidak hanya mengingatkan bangsa Israel tentang masa lalu, tetapi juga mengajak mereka menentukan pilihan untuk masa depan. Ia berkata, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” Ini adalah sebuah panggilan untuk mengambil keputusan pribadi. Iman bukan sekadar warisan keluarga, kebiasaan, atau identitas, tetapi pilihan untuk sungguh-sungguh menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga diperhadapkan pada banyak pilihan. Ada kalanya pekerjaan, uang, jabatan, kenyamanan, keinginan pribadi, atau pendapat manusia menjadi lebih penting daripada Tuhan. Tanpa sadar, hal-hal tersebut dapat menjadi “ilah” yang mengambil tempat Tuhan dalam hati kita. Karena itu, perkataan Yosua mengingatkan kita untuk memeriksa kembali: siapa yang benar-benar menjadi yang utama dalam hidup kita?

Yosua kemudian memberikan teladan melalui perkataannya yang sangat terkenal: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Ia tidak menunggu orang lain mengambil keputusan terlebih dahulu. Ia sendiri menyatakan sikapnya. Ini mengajarkan bahwa keteguhan iman seringkali dimulai dari keberanian seseorang untuk berdiri dalam kebenaran, bahkan ketika lingkungan di sekitarnya memiliki pilihan yang berbeda.

Kita juga belajar bahwa Tuhan tidak hanya menginginkan ibadah yang dilakukan di gereja, tetapi kehidupan yang menunjukkan kesetiaan kepada-Nya. Cara kita berbicara, bekerja, memperlakukan keluarga, menggunakan uang, menghadapi masalah, dan mengambil keputusan semuanya dapat menjadi bentuk ibadah. Kesetiaan kepada Tuhan terlihat bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari bagaimana kita menjalani kehidupan setiap hari.

Yosua juga mengingatkan bahwa memilih Tuhan berarti bersedia hidup dalam kesetiaan dan ketaatan. Mengikut Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi percaya bahwa Tuhan tetap menyertai dalam setiap keadaan. Ketika kita mengingat pertolongan Tuhan di masa lalu, kita memiliki alasan untuk tetap percaya menghadapi hari esok.

Karena itu, Yosua 24:1-28 menjadi ajakan bagi kita untuk memperbaharui komitmen kepada Tuhan. Jangan biarkan kesibukan, kekhawatiran, keberhasilan, atau kenyamanan menjauhkan kita dari-Nya. Kiranya setiap hari kita dapat berkata dengan sungguh-sungguh: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” Bukan hanya sebagai sebuah kalimat, tetapi sebagai keputusan hidup yang nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....