Olahraga Intensitas Sedang Bantu Jaga Kepadatan Tulang

  • 18 Agt 2026 11:46 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Olahraga secara rutin tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berperan penting dalam mempertahankan kepadatan dan kekuatan tulang. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat merangsang kerja osteoblas, yaitu sel yang berperan dalam pembentukan tulang.

Saat tubuh melakukan aktivitas yang memberikan beban mekanis pada tulang, seperti berjalan cepat, senam aerobik, maupun latihan kekuatan, tulang akan beradaptasi dengan meningkatkan aktivitas pembentukan jaringan tulang. Tekanan dari kontraksi otot terhadap tulang juga menjadi salah satu rangsangan yang membantu menjaga kepadatan tulang.

Selain meningkatkan aktivitas osteoblas, olahraga secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan proses pembentukan dan resorpsi tulang. Sirkulasi darah dan suplai nutrisi ke jaringan tubuh juga menjadi lebih baik sehingga mendukung kesehatan tulang. Olahraga intensitas sedang umumnya dilakukan pada tingkat sekitar 60 hingga 70 persen dari denyut jantung maksimum. Salah satu indikator sederhananya, seseorang masih dapat berbicara ketika berolahraga, tetapi sudah tidak nyaman untuk bernyanyi.

Sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan antara lain jalan kaki atau jalan cepat, senam aerobik, bersepeda, tai chi, dan yoga. Jalan kaki dan jalan cepat memberikan beban gravitasi pada tulang, khususnya tulang pada bagian tungkai. Sementara itu, senam dan latihan lainnya dapat membantu meningkatkan kekuatan otot serta kestabilan tubuh. Tai chi dan yoga juga memiliki manfaat tambahan berupa peningkatan keseimbangan dan penguatan otot inti. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi risiko jatuh yang pada usia lanjut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya patah tulang.

Kepadatan mineral tulang atau bone mineral density, atau BMD, menjadi salah satu indikator penting kesehatan tulang. Dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, kepadatan tulang terutama pada area pinggul dan tulang belakang dapat lebih terjaga, sekaligus membantu mengurangi risiko patah tulang. Tulang sendiri merupakan bagian penting dari sistem gerak manusia. Selain berfungsi sebagai penyangga dan pembentuk postur tubuh, tulang juga melindungi organ-organ vital, menjadi tempat penyimpanan mineral seperti kalsium, serta berperan dalam pembentukan sel darah.

Namun, massa tulang cenderung mulai mengalami penurunan secara bertahap setelah seseorang memasuki usia sekitar 30 tahun. Jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang cukup, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko osteopenia hingga osteoporosis. Karena itu, olahraga secara teratur menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan kesehatan tulang dan memperlambat penurunan kepadatan tulang akibat pertambahan usia.

Selain olahraga intensitas sedang, latihan yang memberikan beban lebih besar pada tulang, seperti berlari, melompat, dan latihan angkat beban, juga diketahui dapat memberikan rangsangan terhadap pembentukan tulang. Jenis latihan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu. Dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan, kesehatan tulang dapat dipertahankan sejak usia produktif sehingga risiko masalah kepadatan tulang di usia lanjut dapat diminimalkan.

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....