BPA dan Risiko Pubertas Dini Anak
- 21 Jul 2026 20:58 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Bisfenol A (BPA) adalah senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai bahan baku plastik polikarbonat serta lapisan pelindung pada kemasan kaleng makanan dan minuman. Penggunaan zat ini cukup luas dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sejumlah publikasi ilmiah menunjukkan bahwa paparan BPA perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi sistem hormon manusia.
BPA digolongkan sebagai endocrine disrupting chemical (EDC), yakni senyawa yang dapat mengganggu keseimbangan hormon alami di dalam tubuh. Zat ini dapat berpindah ke makanan atau minuman dari wadah tertentu, terutama apabila kemasan mengalami kerusakan, digunakan berulang kali, atau terkena suhu tinggi. Meskipun tubuh mampu mengeluarkan BPA melalui urine, paparan yang terjadi secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak.
Publikasi berjudul Postnatal Bisphenol A Exposure and Risk of Precocious Puberty in Children: Updated Systematic Review and Meta-analysis yang dimuat dalam Frontiers in Public Health menganalisis sembilan penelitian observasional dengan melibatkan 5.549 anak. Hasil analisis menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan BPA setelah kelahiran dengan meningkatnya kemungkinan pubertas dini, khususnya pada anak perempuan. Peneliti juga menemukan kecenderungan bahwa semakin tinggi kadar BPA yang terukur, semakin besar peluang terjadinya pubertas lebih awal. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa hasil tersebut hanya menunjukkan hubungan statistik, bukan membuktikan BPA sebagai penyebab langsung. Faktor lain, seperti keturunan, status gizi, dan kondisi lingkungan, tetap memiliki pengaruh terhadap waktu munculnya pubertas.
Ulasan ilmiah berjudul The Effect of Bisphenol A on Puberty: A Critical Review of the Medical Literature yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health turut membahas pengaruh BPA terhadap perkembangan pubertas. Setelah menelaah sejumlah penelitian klinis dan epidemiologi selama hampir dua dekade, penulis menjelaskan bahwa BPA memiliki karakteristik yang menyerupai hormon estrogen sehingga diduga dapat memengaruhi sistem endokrin. Sejumlah penelitian yang dianalisis menemukan kaitan antara kadar BPA yang tinggi dengan pubertas dini maupun perkembangan payudara yang lebih cepat pada anak perempuan. Walaupun hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, para penulis tetap menganjurkan upaya untuk mengurangi paparan BPA sebagai langkah pencegahan, terutama pada anak-anak.
Hasil dari sejumlah publikasi ilmiah tersebut mengingatkan pentingnya memilih wadah makanan dan minuman yang aman digunakan. Mengutamakan kemasan berlabel bebas BPA, tidak menggunakan plastik yang telah rusak, serta menghindari menuangkan makanan atau minuman panas ke dalam wadah yang tidak dirancang untuk suhu tinggi merupakan langkah sederhana yang dapat membantu membatasi paparan BPA dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....