Menulis Dulu sebelum Meluapkan Amarah
- 30 Jun 2026 11:13 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Rasa marah merupakan emosi yang wajar muncul setelah seseorang mengalami perlakuan yang mengecewakan atau menyakitkan. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa cara sederhana seperti menuliskan perasaan pada secarik kertas lalu membuangnya dapat membantu mengurangi intensitas kemarahan.
Tidak sedikit orang yang memilih menulis untuk meluapkan emosi negatif. Ternyata, manfaatnya tidak hanya berasal dari proses menulis itu sendiri, tetapi juga dari tindakan membuang kertas yang berisi luapan perasaan tersebut. Secara psikologis, tindakan ini dapat menjadi simbol untuk melepaskan emosi yang sedang membebani pikiran.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Anger Is Eliminated with the Disposal of a Paper Written Because of Provocation di Scientific Reports menguji cara sederhana tersebut melalui eksperimen terhadap mahasiswa di Nagoya University, Jepang. Para peserta diminta menuliskan pendapat mengenai sebuah isu sosial, kemudian menerima komentar yang sengaja dirancang untuk memancing kemarahan. Setelah itu, mereka menuliskan penyebab serta perasaan marah yang dirasakan pada selembar kertas. Sebagian peserta diminta meremas dan membuang atau menghancurkan kertas tersebut, sedangkan peserta lainnya diminta menyimpannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang membuang kertas mengalami penurunan tingkat kemarahan yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang tetap menyimpannya. Temuan ini menunjukkan bahwa tindakan membuang kertas dapat memberikan efek simbolis dalam membantu melepaskan emosi negatif.
Dukungan terhadap manfaat menulis juga ditemukan dalam jurnal Health Effects of Expressive Writing on Stressful or Traumatic Experiences – A Meta-analysis yang diterbitkan di GMS Psycho-Social Medicine. Berdasarkan analisis terhadap 30 uji klinis acak, para peneliti menyimpulkan bahwa expressive writing membantu seseorang menyalurkan pikiran dan perasaan yang selama ini dipendam. Selain itu, kegiatan menulis juga membantu menyusun pengalaman emosional secara lebih terstruktur sehingga memudahkan proses memahami dan mengelola emosi. Walaupun manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang, menulis tetap dinilai sebagai strategi sederhana yang bermanfaat untuk refleksi diri.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa mengelola kemarahan dapat dimulai dari langkah yang sederhana. Menuliskan apa yang dirasakan, kemudian membuang kertas tersebut, dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meredakan emosi sesaat. Namun, jika rasa marah muncul berulang kali, sulit dikendalikan, atau mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental tetap menjadi pilihan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....