Banyak Orang Merasa Tidak Didengar

  • 14 Jun 2026 10:00 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pesan instan datang silih berganti, notifikasi muncul tanpa henti, dan berbagai platform digital membuat komunikasi terasa semakin mudah. Meski demikian, tidak sedikit orang yang tetap merasa bahwa tidak ada yang benar-benar mendengarkan mereka.

Banyaknya koneksi yang dimiliki seseorang ternyata tidak selalu sejalan dengan kedekatan emosional yang dirasakan. Seseorang bisa aktif berinteraksi di media sosial, tergabung dalam banyak grup percakapan, atau memiliki banyak teman, tetapi tetap merasa kesepian karena tidak memiliki ruang untuk berbagi cerita tanpa takut disepelekan atau diabaikan. Padahal, didengarkan merupakan salah satu kebutuhan emosional yang penting karena setiap orang ingin merasa dipahami, dihargai, dan diterima.

Penelitian berjudul Connection Heals Wounds: Feeling Listened to Reduces Speakers' Loneliness Following a Social Rejection Disclosure yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa kualitas mendengarkan dapat memengaruhi tingkat kesepian seseorang. Melalui lima studi yang dilakukan, para peneliti menemukan bahwa individu yang merasa didengarkan dengan penuh perhatian, empati, dan penerimaan mengalami penurunan rasa kesepian yang signifikan. Pengalaman didengarkan dengan sungguh-sungguh juga membantu memenuhi kebutuhan akan kedekatan serta memberi kesempatan bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan lebih leluasa.

Dalam jurnal Feeling Heard: Experiences of Listening (or Not) at Work yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, dijelaskan bahwa perasaan didengar tidak hanya bergantung pada apa yang disampaikan, tetapi juga pada sikap lawan bicara saat mendengarkan. Orang yang merasa pendapat dan perasaannya diperhatikan cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, merasa lebih dihargai, dan membangun relasi sosial yang lebih positif. Sebaliknya, pengalaman tidak didengarkan dapat memunculkan kekecewaan, memperlebar jarak emosional, dan berdampak pada kondisi psikologis.

Penelitian lain bertajuk High-Quality Listening Behaviors Linked to Social Connection Between Strangers menemukan bahwa mendengarkan dengan berkualitas mampu menciptakan rasa terhubung, bahkan di antara orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal. Memberikan perhatian secara utuh, tidak tergesa-gesa menyela atau menghakimi, serta menunjukkan ketulusan saat mendengarkan dapat mempererat hubungan antarmanusia dalam waktu singkat.

Di era digital, kesempatan untuk berbicara memang semakin terbuka lebar. Namun, kesempatan untuk benar-benar didengarkan belum tentu bertambah. Terkadang, yang paling dibutuhkan bukanlah banyaknya respons, komentar, atau tanda suka, melainkan seseorang yang bersedia hadir, mendengar, dan memahami dengan penuh perhatian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....