Apa Itu Gangguan Kecemasan Sosial?
- 06 Jun 2026 21:56 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Gangguan Kecemasan Sosial atau GKS, yang juga dikenal sebagai fobia sosial, merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan rasa takut dan cemas berlebihan saat berada dalam situasi sosial atau ketika harus tampil di hadapan orang lain. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan tepat.
Dikutip dari laman kemkes.go.id penderita GKS umumnya merasa khawatir akan dihakimi, diejek, atau dipermalukan oleh orang lain. Akibatnya, mereka cenderung menghindari berbagai situasi sosial atau menghadapinya dengan ketegangan yang tinggi.
Gejala yang muncul tidak hanya berupa kecemasan psikologis, tetapi juga dapat disertai gejala fisik seperti gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, mual, hingga kesulitan bernapas. Kondisi ini sering terjadi saat seseorang harus berbicara di depan umum, makan di hadapan orang lain, atau berinteraksi dalam kelompok.
Penyebab Gangguan Kecemasan Sosial hingga kini belum dapat dipastikan secara spesifik. Namun, para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, lingkungan, biologis, serta sosial dan budaya. Pengalaman traumatis seperti bullying, penghinaan, atau pola asuh yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini.
Dalam penanganannya, terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah Terapi Kognitif-Perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang bertujuan membantu individu mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang memicu kecemasan. Selain itu, terapi kelompok, konseling dengan tenaga profesional kesehatan mental, serta penggunaan obat-obatan tertentu sesuai anjuran dokter juga dapat menjadi pilihan penanganan.
Masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional apabila gejala kecemasan sosial mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Menjaga kesehatan mental, mengelola stres, serta menghadapi ketakutan sosial secara bertahap juga dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya Gangguan Kecemasan Sosial.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai GKS, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap kesehatan mental serta memberikan dukungan bagi mereka yang mengalami gangguan tersebut.(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....