Renungan Katolik: Tak Perlu Merasa Terancam Dengan Kelebihan Orang Lain

  • 30 Mei 2026 18:26 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Sabtu 30 Mei 2026, adalah Markus 11:27-33. Pada Markus 11:27-28 disebutkan "Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, bertanya kepada Yesus: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"

Dalam renungannya yang berjudul "Tak Perlu Merasa Terancam Oleh Kelebihan Orang Lain", Pastor Revi Tanod, Pr mengatakan bahwa pertanyaan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Israel mengenai kuasa Yesus mencerminkan ketakutan mereka soal siapakah yang lebih berkuasa atau lebih hebat.

Mereka merasa terancam karena tak mampu menandingi kewibawaan Yesus, apalagi dalam hal melakukan mujizat. Padahal Ia masih sangat muda, dibandingkan dengan mereka yang sudah dianggap senior dan masuk kalangan elite di Israel. Oleh karena itu mereka mempertanyakan legalitas dan kewenangan Yesus dari mana didapatNya.

Yesus bukan termasuk kalangan para imam, Ia juga bukan lulusan sekolah Taurat seperti mereka, dan tidak masuk kalangan tua-tua atau orang yang dituakan, maka semua yang dilakukan Yesus ingin mereka masukkan ke kategori sihir dan jampi-jampi, seakan Ia termasuk aliran sesat.

Semua itu mereka lakukan karena kehadiran Yesus telah mengancam kewibawaan mereka dan mengganggu zona nyaman mereka. Para imam kepala, ahli taurat dan tua-tua, merasa terganggu karena mereka hanya melayani kalangan atas sedangkan Yesus turun sampai ke semua lapisan, khususnya untuk orang yang dianggap kecil dan terpinggirkan, termasuk wanita dan anak-anak, serta orang-orang berdosa.

Para imam kepala dan para tua-tua itu tidak peduli pada rakyat jelata, yakni orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan, apalagi jeritan hati umat yang butuh belaskasihan. Jabatan yang mereka emban hanya demi mencari kehormatan, pujian dan status sosial. Bukan untuk melayani.

Sementara itu hati Yesus tertuju pada orang-orang yang butuh pertolongan. Yesus ingin agar rahmat pengampunan dan belaskasih Allah dialami oleh semua orang khususnya mereka yang sangat membutuhkan dan merindukanNya. Entah dia orang besar atau orang kecil.

Bila kita melayani dan berkarya dengan tulus hati khususnya untuk menolong orang lain, tidak perlu kita merasa terancam oleh keberhasilan orang lain, atau merasa diri kecil karena ada yang lebih hebat atau lebih berkuasa.

Bila orang berkarya demi mencari pujian dan kehormatan maka ia akan selalu dihantui ketakutan untuk dianggap biasa saja, kecil dan tak berarti.

Mari melayani dengan hati yang tulus, yakni hati yang tertuju pada belaskasih dan kerelaan untuk menolong dan mengasihi. Cinta mengalahkan ketakutan, ajak Pastor Revi seraya menutup renungannya hari ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....