Renungan Katolik: Apakah Upah Kita Mengikuti Yesus?

  • 26 Mei 2026 07:47 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Bacaan Injil berdasarkan kalender liturgi gereja Katolik hari ini, Selasa, 26 Mei 2026 adalah Markus 10:28-31. Pada ayat 28-30a berbunyi "Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau! Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat…”

Mengutip Renungan Sabda Kehidupan oleh Pastor Revi Tanod, Pr yang berjudul "Apakah Upah Kita Mengikuti Yesus?", dikatakan bahwa setelah sekian lama mengikuti Yesus dan meninggalkan segala sesuatunya, Petrus mewakili para murid lainnya mempertanyakan mengenai upah yang akan mereka terima. Selama ini mereka tidak mempunyai rumah yang tetap, pekerjaan mereka hanyalah berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain. Mereka bukan lagi nelayan. Uang kas yang ada hanya tergantung pemberian orang. Petrus mulai mempertanyakan masa depan mereka yang tidak pasti.

Yesus berjanji bahwa mereka akan menerima upah 100x lipat. Tentu Petrus dan murid-murid lain sangat bahagia. Mereka membayangkan akan punya banyak uang, rumah besar, harta melimpah dan banyak saudara. Tapi sayang, impian mereka sirna karena Yesus ditangkap dan mati terbunuh. Mereka pulang kampung dengan kecewa!

Apakah Petrus dan para rasul lainnya merasa sia-sia mengikuti Yesus? Mari kita lihat perbedaan besar yang terjadi dengan impian dan harapan para rasul sebelum dan sesudah Yesus bangkit, kata Pastor Revi.

Petrus yang berharap mendapat upah melimpah saat Yesus masih bersama mereka, bahkan sudah membayangkan menjadi pejabat tinggi bila Yesus jadi raja, sesudah Yesus bangkit sungguh menyadari bahwa bukan emas dan perak yang dijanjikan Yesus melainkan hidup Yesus sendiri. Upah ilahi ini tak ada bandingannya dengan harta dunia.

Simak kata-kata Petrus yang begitu meyakinkan ini: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:6).

Bagi Petrus bukan lagi soal apa yang akan ia terima sebagai upah atau pahala, tapi hidup dalam Yesus dan semua kepenuhan rahmat dan anugerah dalam namaNya, kurnia Roh Kudus Allah, telah membuat murid-murid Yesus berkelimpahan dalam segala hal yang dicari semua orang. Itulah kasih, sukacita, damai sejahtera dan jaminan hidup kekal. Sekalipun dalam situasi susah dan derita, aniaya maupun dalam kematian. Tak ada upah yang lebih berharga selain damai sejahtera memiliki Yesus yang adalah segalanya bagi mereka dan bagi kita semua. Katakanlah dengan penuh iman, “Tuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan. Segala sesuatu pasti Tuhan tambahkan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....