RHK Selasa, 12 Mei 2026 Salib Kristus Adalah Kemenangan 1 Korintus 1:22–23
- 12 Mei 2026 14:07 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Orang Yahudi dikenal sangat taat kepada hukum Taurat. Mereka percaya kepada sesuatu yang dapat dilihat melalui tanda dan bukti nyata. Segala sesuatu diukur menurut pemahaman dan ukuran mereka sendiri. Mereka menganggap keselamatan hanya diperuntukkan bagi bangsa Yahudi. Karena itu, ketika Yesus datang membawa kabar keselamatan bagi semua orang, mereka sulit menerimanya. Mereka terus meminta tanda dari surga untuk membuktikan siapa Yesus sebenarnya. Bahkan dalam Matius 16:4, Yesus menegur mereka dan berkata bahwa tidak akan diberikan tanda lain selain tanda nabi Yunus.
Di sisi lain, orang Yunani sangat mengagungkan hikmat dan logika. Yunani dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan filsafat pada zaman itu. Mereka terbiasa berpikir secara rasional dan mengukur segala sesuatu dengan akal manusia. Karena itu, ajaran tentang Yesus yang mati disalibkan lalu bangkit dari kematian dianggap tidak masuk akal. Bagi mereka, mustahil Allah menjadi manusia, mati, lalu hidup kembali.
Dalam kehidupan jemaat mula-mula di Korintus, kedua pemikiran ini menjadi tantangan besar. Orang Yahudi menolak Yesus karena menganggap salib sebagai suatu kehinaan dan batu sandungan. Sementara orang Yunani menganggap berita tentang salib sebagai kebodohan yang tidak masuk akal.
| Baca juga: Renungan Katolik: Kuatkanlah Hati |
Namun Rasul Paulus dengan tegas memberitakan bahwa justru di dalam Salib Kristus terdapat kemenangan yang sejati. Yesus memang disalibkan dan mati, tetapi melalui kematian-Nya, dosa manusia dikalahkan. Melalui kebangkitan-Nya, Kristus memberi kemenangan dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Apa yang dianggap dunia sebagai kelemahan dan kebodohan, ternyata menjadi jalan keselamatan bagi manusia. Salib yang dipandang hina justru menjadi lambang kasih, pengampunan, dan kemenangan Allah atas dosa dan maut.
Sebaliknya, orang yang menolak Kristus dan hidup di luar kehendak-Nya sedang berjalan menuju kebinasaan. Kedegilan hati dan penolakan terhadap kebenaran akan membawa manusia kepada penghukuman. Tetapi mereka yang percaya kepada Yesus dan hidup menurut jalan-Nya akan menerima keselamatan, damai sejahtera, dan kehidupan kekal.
Firman Tuhan berkata:
"Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan."
(1 Korintus 1:22–23)
Sahabat Kristus, percayalah kepada Salib Kristus, sebab di dalam-Nya ada kemenangan sejati. Dunia boleh menganggap pengorbanan Kristus sebagai kebodohan, tetapi bagi orang percaya, salib adalah sumber keselamatan dan hidup yang kekal.
Jangan mudah disesatkan oleh pengajaran yang menjauhkan kita dari Kristus. Tetaplah setia mengikuti Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Sebab bersama Kristus, kita akan hidup dalam kemenangan, baik di dunia ini maupun dalam kekekalan.
Ilustrasi: “Jembatan yang Dianggap Lemah”
Di sebuah desa, terdapat sebuah jembatan tua dari kayu yang menghubungkan warga menuju sumber air bersih di seberang sungai. Banyak orang muda menertawakan jembatan itu karena tampak rapuh dan sederhana. Mereka berkata, “Jembatan seperti ini pasti tidak kuat dan tidak berguna.”
Suatu hari, hujan besar menyebabkan banjir dan menghanyutkan jalan utama yang baru dibangun dengan megah. Semua orang panik karena tidak ada jalan untuk menyeberang. Namun ternyata, jembatan kayu tua itu tetap berdiri kokoh karena dibangun dengan dasar yang kuat dan sederhana.
Akhirnya, semua orang melewati jembatan yang sebelumnya mereka hina. Dari situ mereka sadar bahwa sesuatu yang terlihat lemah dan sederhana ternyata dapat menjadi penyelamat.
Demikian juga Salib Kristus. Dunia mungkin menganggapnya sebagai kelemahan dan kebodohan, tetapi justru melalui salib itulah Allah memberikan keselamatan dan kemenangan bagi manusia.
Doa:
Tuhan Yesus, jauhkan kami dari kebodohan dunia yang menjauhkan kami dari-Mu. Tuntun kami hidup dalam kebenaran-Mu agar kami terus menikmati kasih karunia dan kemenangan kekal di dalam Engkau. Pakailah hidup kami hanya untuk memuliakan nama-Mu. Amin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....