Benarkah Kentut Mengandung Bakteri?

  • 07 Mei 2026 12:34 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kentut yang selama ini dianggap hanya sebagai gas buangan tubuh ternyata tidak sepenuhnya berupa udara biasa. Penelitian menunjukkan bahwa gas yang keluar dari saluran pencernaan juga berkaitan dengan aktivitas bakteri di usus, terutama di usus besar yang menjadi tempat hidup triliunan mikroorganisme. Mikroba tersebut berperan penting dalam proses pembentukan gas di dalam tubuh manusia.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect, tubuh manusia dapat menghasilkan sekitar 0,2 hingga 1,5 liter gas setiap hari akibat proses fermentasi bakteri di usus. Sebagian besar gas ini terdiri dari hidrogen, karbon dioksida, dan metana yang sebenarnya tidak berbau. Aroma tidak sedap pada kentut justru berasal dari sebagian kecil gas yang mengandung sulfur, seperti hidrogen sulfida. Penelitian tersebut juga menyebut bahwa bakteri dari kelompok Bacteroides, Ruminococcus, Roseburia, Clostridium, dan Eubacterium menjadi mikroorganisme utama yang berkontribusi dalam pembentukan gas usus.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan di Gut membandingkan penderita flatulensi berlebihan dengan orang sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien dengan keluhan flatulensi mengeluarkan gas rata-rata 21,9 kali per hari, sedangkan orang sehat sekitar 7,4 kali. Penelitian oleh Chaysavanh Manichanh dan tim dari Spanyol ini juga menemukan adanya perbedaan komposisi mikrobiota usus, termasuk hubungan bakteri Bacteroides fragilis dengan frekuensi kentut yang lebih tinggi.

Kesimpulannya, kentut memang berkaitan dengan aktivitas bakteri di usus besar. Namun, bakteri tersebut umumnya merupakan mikroba baik yang membantu proses pencernaan. Sebagian besar gas yang dihasilkan juga tidak berbahaya bagi tubuh. Bau tidak sedap hanyalah efek kecil dari proses alami yang terjadi dalam sistem pencernaan manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....