Mengapa Kaki Lebih Mudah Berkeringat?

  • 07 Mei 2026 09:48 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kaki manusia termasuk bagian tubuh yang paling aktif menghasilkan keringat. Dalam sepasang kaki terdapat sekitar 250 ribu kelenjar keringat yang tersebar di permukaan kulit.

Banyaknya kelenjar tersebut membuat kaki mampu menghasilkan hingga sekitar setengah liter keringat setiap hari. Bahkan, dibandingkan area tubuh lain, kulit kaki menghasilkan keringat lebih banyak dalam setiap inci perseginya.

Meski sering dianggap sumber bau tidak sedap, keringat pada kaki sebenarnya tidak memiliki aroma. Bau kaki muncul ketika bakteri alami di kulit, seperti Staphylococcus epidermidis dan Brevibacterium linens, mengurai sel kulit mati dan kandungan asam amino dalam keringat. Proses tersebut menghasilkan zat seperti asam isovalerat yang berbau menyerupai cuka dan metanetiol yang aromanya mirip telur busuk.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Extreme Physiology and Medicine, analisis dari berbagai penelitian selama 168 tahun menunjukkan bahwa penguapan cairan melalui kulit kaki dapat mencapai 50 hingga 150 gram per jam. Temuan ini menempatkan kaki sebagai salah satu bagian tubuh dengan tingkat kehilangan air tertinggi, bersama tangan yang dapat kehilangan cairan sekitar 80 hingga 160 gram per jam. Penelitian tersebut dilakukan oleh Christiano A. Machado-Moreira dan Nigel A.S. Taylor dari University of Wollongong.

Sementara itu, penelitian dalam International Journal of Occupational Safety and Ergonomics menemukan bahwa keberadaan keringat di dalam sepatu dapat menurunkan kemampuan isolasi termal alas kaki sebesar 19 hingga 36 persen. Besarnya penurunan dipengaruhi oleh jumlah keringat dan jenis sepatu yang digunakan. Studi yang dilakukan Kalev Kuklane dan tim ini juga menunjukkan bahwa kelembapan yang terjebak di dalam sepatu sangat memengaruhi kenyamanan suhu pada kaki.

Walaupun sering dianggap mengganggu, keringat pada kaki memiliki fungsi penting dalam membantu tubuh menjaga suhu tetap stabil melalui proses penguapan. Namun, kelembapan yang berlebihan dapat memicu masalah seperti bau kaki dan infeksi jamur apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, menjaga kaki tetap kering, rutin mengganti kaus kaki, serta menggunakan sepatu dengan sirkulasi udara yang baik menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kaki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....