Dampak Negatif Mengecek Handphone setelah Bangun Tidur
- 06 Mei 2026 05:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan langsung membuka ponsel setelah bangun tidur kini semakin umum dilakukan oleh masyarakat di era digital. Bahkan, diperkirakan sekitar 80 persen pengguna ponsel pintar memeriksa perangkatnya dalam 15 menit pertama setelah bangun di pagi hari. Meski dianggap hal yang wajar, kebiasaan ini ternyata dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental, fisik, hingga produktivitas sehari-hari.
Ponsel saat ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia modern. Tidak hanya sebagai alat komunikasi, ponsel juga digunakan sebagai sarana pembayaran, sumber informasi terkini, hingga media hiburan. Karena fungsinya yang sangat beragam, banyak orang menjadikan ponsel sebagai barang yang selalu berada di dekat mereka, termasuk saat tidur.
Membuka ponsel segera setelah bangun tidur bukanlah kebiasaan yang baik. Paparan informasi secara langsung di pagi hari dapat membuat otak bekerja terlalu cepat sebelum tubuh benar-benar siap beraktivitas.
Berikut sejumlah dampak buruk yang dapat terjadi akibat kebiasaan membuka ponsel di pagi hari.
Pertama, memicu stres dan kecemasan.
Berbagai informasi yang muncul secara tiba-tiba, seperti pesan, berita, atau media sosial, dapat memberikan tekanan psikologis. Kondisi ini membuat seseorang merasa cemas bahkan sebelum memulai aktivitas harian.
Kedua, mengganggu siklus tidur.
Penggunaan ponsel, terutama sebelum dan setelah bangun tidur, dapat memengaruhi kualitas tidur. Cahaya biru dari layar ponsel diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur pola tidur. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur di malam hari serta merasa gelisah.
Ketiga, memengaruhi fungsi otak dan kognitif.
Langsung membuka ponsel setelah bangun tidur dapat membuat otak tidak memiliki waktu transisi yang cukup dari kondisi istirahat ke kondisi aktif. Hal ini dapat mengganggu fokus, konsentrasi, serta kemampuan berpikir jernih.
Keempat, menyebabkan ketegangan pada mata.
Paparan layar yang terang di pagi hari dapat membuat mata cepat lelah, kering, dan tidak nyaman. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa menyebabkan sakit kepala dan gangguan penglihatan ringan.
Kelima, mengalihkan perhatian dari rutinitas pagi.
Banyak pengguna ponsel yang tanpa sadar menghabiskan waktu berlebih di media sosial atau aplikasi lainnya setelah bangun tidur. Hal ini dapat mengganggu jadwal aktivitas pagi yang sudah direncanakan.
Keenam, membuat seseorang lebih reaktif daripada proaktif.
Ketika pagi hari langsung dipenuhi dengan notifikasi dan informasi eksternal, seseorang cenderung berada dalam mode reaktif, yaitu merespons hal-hal yang datang dari luar, bukan menyusun prioritas harian secara sadar.
Ketujuh, berpotensi menunda pekerjaan.
Konten hiburan dan informasi yang menarik di ponsel sering kali membuat pengguna lupa waktu, sehingga pekerjaan atau aktivitas penting menjadi tertunda.
Kedelapan, dapat memengaruhi hubungan sosial.
Fokus yang berlebihan pada ponsel di pagi hari dapat mengurangi interaksi dengan orang sekitar, termasuk keluarga, sehingga berdampak pada kualitas hubungan interpersonal.
Kesembilan, memperkuat kecanduan digital.
Kebiasaan memeriksa ponsel secara terus-menerus sejak bangun tidur dapat memperkuat ketergantungan terhadap perangkat tersebut. Hal ini berpotensi berkembang menjadi kecanduan digital yang sulit dikendalikan.
Biasakan diri untuk tidak langsung menggunakan ponsel setelah bangun tidur. Sebagai gantinya, aktivitas seperti minum air putih, peregangan ringan, atau menata rencana harian dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk memulai hari.
Dengan mengurangi ketergantungan pada ponsel di pagi hari, diharapkan masyarakat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik, baik dari sisi kesehatan mental, fisik, maupun produktivitas sehari-hari.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....