Ikan Sapu-Sapu Invasif Ancam Ekosistem Danau Tondano

  • 26 Apr 2026 21:42 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) merupakan spesies ikan air tawar yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Seperti dikutip dari laman journal.ukwms.ac.id Ikan ini awalnya diperkenalkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai ikan hias dan pembersih akuarium. Namun, ketika dilepas ke perairan umum, ikan ini berkembang menjadi spesies invasif yang mampu menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap lingkungan ekstrem, termasuk perairan tercemar. Mereka berkembang biak dengan cepat dan mampu mendominasi habitat baru, sehingga mengancam keberadaan ikan lokal. Dampaknya tidak hanya pada ekosistem, tetapi juga pada ekonomi masyarakat, karena menurunnya hasil tangkapan nelayan akibat kalah bersaing dengan spesies ini.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga dikenal merusak lingkungan fisik perairan. Perilakunya yang membuat lubang di dasar dan tepi sungai atau danau dapat menyebabkan erosi serta merusak struktur habitat alami. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat degradasi ekosistem air tawar dan mengganggu keseimbangan ekologis.

Dilansir dari laman ojs.unud.ac.id Fenomena invasi ikan sapu-sapu juga telah menjadi perhatian di Indonesia. Di berbagai sungai seperti Ciliwung, ikan ini ditemukan dalam jumlah besar dan menjadi salah satu spesies dominan, menandakan adanya gangguan serius pada keseimbangan ekosistem perairan.

Munculnya di Danau Tondano dan Ancaman Nyata

Penyebaran ikan sapu-sapu kini tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan, tetapi juga mulai dilaporkan muncul di berbagai daerah lain, termasuk Danau Tondano di Sulawesi Utara. Kehadiran ikan ini menjadi perhatian karena Danau Tondano merupakan habitat penting bagi ikan lokal dan sumber mata pencaharian masyarakat.

Dikutip dari laman apnews.com Jika tidak dikendalikan, ikan sapu-sapu berpotensi mendominasi danau tersebut, mengurangi populasi ikan asli, serta merusak ekosistem danau. Fenomena serupa juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia, di mana ikan ini berkembang pesat terutama di perairan yang mengalami penurunan kualitas lingkungan.

Perlu Pengendalian dan Kesadaran Bersama

Para ahli menegaskan bahwa penyebaran ikan sapu-sapu sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pelepasan ikan peliharaan ke perairan umum. Tanpa pengendalian yang serius, spesies ini dapat terus meluas dan menjadi ancaman jangka panjang bagi keanekaragaman hayati Indonesia.

Upaya pengendalian seperti penangkapan massal hingga pemanfaatan sebagai bahan pakan alternatif telah dilakukan. Namun, langkah ini harus diimbangi dengan edukasi masyarakat agar tidak lagi melepas spesies asing ke lingkungan bebas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....