Renungan Katolik: Berpadunya Bahasa Surga dan Bahasa Bumi
- 16 Apr 2026 14:30 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Kamis 16 April 2026 berdasarkan Kalender Liturgi Gereja Katolik adalah Yohanes 3:31-36. Pada ayat 31 berbunyi ""Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya."
Mengutip renungan Sabda Kehidupan hari ini yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr dengan judul "Berpadunya Bahasa Surga Dan Bahasa Bumi', dikatakan bahwa kutipan Injil di atas adalah kata-kata Yohanes Pembaptis yang berbicara tentang Yesus untuk menyatakan siapakah Yesus itu sebenarnya dan apa maksud kedatanganNya ke dunia.
Yesus adalah Anak Allah yang datang dari sorga ke bumi, diutus menyampaikan firman Allah (ayat 34). Bahasa firman Allah sesungguhnya adalah bahasa surga. Dengan penjelmaanNya menjadi manusia, Yesus yang adalah Firman Allah itu sendiri, menjadikan bahasa surga menjadi bahasa bumi, itulah bahasa kasih ilahi. Bahasa kasih ini bukan sekedar kasih manusiawi yang terbatas, penuh syarat dan pamrih, melainkan kasih ilahi yang tak bersyarat dan tak berkesudahan.
Oleh wafat dan kebangkitan Yesus, bahasa bumi dan bahasa surga terpadu menjadi satu. Salib yang dalam bahasa bumi adalah tanda penghinaan, oleh Paskah Kristus menjadi tanda keselamatan dan pengorbanan diri yang mulia. Semua yang hina dan kecil di mata dunia diangkat Allah menjadi berharga dan mulia. Semua kepahitan dan derita oleh jalan salib menjadi hikmat Allah sekaligus pemenuhan rencana Allah bagi kita. Dengan demikian kita senantiasa berserah dan bersandar pada penyelenggaraan ilahi.
Ketika mengajarkan doa Bapa Kami, Yesus mengajak kita untuk berserah, “Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.”
Kehadiran Kristus dalam hati kita, kiranya memampukan kita untuk terus memadukan bahasa bumi kita dengan bahasa surga, dan menjadi bahasa iman, harap dan kasih.
Dalam perspektif ini, semua realitas insani, seburuk apapun, termasuk kematian, menjadi realitas surgawi yang indah dan penuh makna. Apapun yang terjadi, ada Yesus yang selalu menemani kita dan ada Bunda Maria yang selalu mendoakan kita dari surga, kata Pastor Revi di akhir renungannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....