Gelombang Pengunduran Diri Gen Z Menguat, Apa Penyebabnya?

  • 14 Apr 2026 10:59 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Fenomena resign massal di kalangan Generasi Z kini menjadi sorotan di dunia kerja. Keputusan ini bukan semata karena rasa malas, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan antara gaji yang diterima dan tekanan terhadap kesehatan mental. Generasi Z dikenal lebih tegas dalam meninggalkan pekerjaan yang dianggap tidak adil, terutama ketika tuntutan kerja tinggi tetapi imbalan tidak sepadan. Bagi mereka, menjaga kesejahteraan psikologis lebih penting dibanding sekadar bertahan demi penghasilan rutin.

Menurut jurnal yang dipublikasikan di Jurnal Multidisiplin Sahombu, beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat stres pada karyawan Generasi Z. Stres tersebut kemudian berdampak langsung pada meningkatnya keinginan untuk keluar dari perusahaan atau turnover intention. Penelitian ini juga menegaskan bahwa dukungan sosial dari rekan kerja maupun atasan mampu menekan tingkat stres secara signifikan.

Sementara itu, penelitian dari Universitas Ahmad Dahlan yang dimuat dalam Journal of Educational, Health and Community Psychology menunjukkan bahwa pengalaman dikucilkan di tempat kerja turut meningkatkan stres dan keinginan resign pada karyawan Generasi Z. Dalam studi ini, stres kerja berperan sebagai penghubung antara pengalaman negatif di lingkungan kerja dengan keputusan untuk meninggalkan pekerjaan.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Perilaku menemukan bahwa kesejahteraan emosional menjadi faktor utama dalam menekan kecenderungan quiet quitting pada Generasi Z di Indonesia. Ketika kondisi emosional terjaga, karyawan cenderung tetap terlibat secara penuh dan tidak bekerja sekadarnya.

Kesimpulannya, perusahaan perlu melakukan perubahan jika ingin mempertahankan talenta muda. Memberikan gaji tinggi saja tidak cukup tanpa didukung lingkungan kerja yang sehat. Suasana kerja yang suportif, beban kerja yang seimbang, serta perhatian terhadap kesehatan mental menjadi kunci utama. Generasi Z kini menunjukkan bahwa mereka tidak ragu untuk memprioritaskan diri sendiri dibanding bertahan dalam kondisi kerja yang merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....