Sejuk Sesaat, Bumi Kian Memanas

  • 14 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kita sering menurunkan suhu AC saat cuaca terasa panas. Meski memberi kenyamanan sesaat, kebiasaan ini justru berkontribusi pada pemanasan global.

Terjadi sebuah siklus yang saling memperparah, ketika suhu bumi meningkat, penggunaan AC ikut naik, dan AC tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang semakin menaikkan suhu bumi. Fenomena ini dikenal sebagai positive feedback loop.

Menurut jurnal yang dipublikasikan di Nature Communications, dalam skenario moderat (SSP245), total emisi dari penggunaan AC diperkirakan mencapai 113,3 miliar ton setara CO2 sepanjang 2010 hingga 2050. Emisi ini diproyeksikan meningkatkan suhu rata-rata global sekitar 0,05 derajat Celsius, dengan kisaran antara 0,03 hingga 0,07 derajat. Menariknya, hanya sekitar 8,3 persen emisi tersebut berasal dari kebutuhan pendinginan akibat perubahan iklim, sementara sebagian besar dipicu oleh faktor sosial ekonomi seperti peningkatan pendapatan masyarakat.

Penelitian lain dari Research Institute of Innovative Technology for the Earth yang dimuat dalam Sustainability mengungkap bahwa kebocoran refrigeran dari AC memiliki dampak pemanasan yang sangat besar. Hal ini karena zat pendingin tertentu memiliki potensi pemanasan global jauh lebih tinggi dibandingkan CO2. Studi tersebut menunjukkan bahwa mengganti refrigeran ber-GWP tinggi seperti R410A dengan alternatif yang lebih rendah seperti R32, serta mengelola penggunaannya secara ketat, dapat menekan emisi hingga 95 persen pada tahun 2050.

Sementara itu, jurnal Environmental Research Energy memperkirakan bahwa kebutuhan energi untuk pendingin ruangan akan meningkat hingga 150 persen pada tahun 2050. Bahkan, jika seluruh populasi dunia menggunakan AC, konsumsi listrik untuk pendinginan bisa melonjak sampai 400 persen. Namun, solusi sederhana seperti menaikkan suhu AC dari 23 ke 26 derajat Celsius terbukti mampu mengurangi pertumbuhan konsumsi listrik hingga setengahnya.

Untuk mengurangi dampak tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Atur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius agar tetap nyaman sekaligus hemat energi. Bersihkan filter secara rutin supaya kinerja AC tetap optimal.

Matikan AC saat tidak digunakan, dan gunakan kipas angin sebagai alternatif tambahan agar ruangan tetap sejuk tanpa harus menurunkan suhu secara ekstrem. Kebiasaan kecil ini dapat membantu memutus siklus pemanasan dan berkontribusi dalam menjaga lingkungan dari dampak yang lebih buruk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....