RHK Sabtu, 11 April 2026: Beritakan Injil Mulai dari Keluarga Matius 28:9-10
- 11 Apr 2026 21:49 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Sukacita Maria Magdalena dan Maria yang lain semakin sempurna ketika dalam perjalanan mereka dari kubur menuju para murid, Yesus sendiri menampakkan diri kepada mereka.
Sebelumnya, kedua perempuan itu telah dipenuhi kebahagiaan setelah mendengar kabar dari malaikat bahwa Yesus telah bangkit. Namun kini, sukacita itu berubah menjadi kegembiraan yang meluap-luap, karena mereka tidak lagi hanya mendengar berita, tetapi berjumpa langsung dengan Kristus yang hidup.
Perjumpaan itu menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan Yesus bukan sekadar kabar, melainkan kebenaran yang hidup.
Injil Matius 28:9-10 mencatat bagaimana Yesus menyapa mereka dengan damai, menghapus seluruh kekhawatiran dan dukacita yang sebelumnya membebani hati mereka.
“Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ‘Salam bagimu.’ Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.”
Dukacita yang semula mereka rasakan sejak penyaliban kini benar-benar berganti dengan sukacita yang berlimpah. Kesetiaan mereka mengikuti Yesus, bahkan sampai ke kubur-Nya, kini terbayar dengan kehormatan menjadi orang pertama yang berjumpa dengan Kristus yang bangkit.
Sebagai wujud kasih, hormat, dan kekaguman, mereka mendekati Yesus, memeluk kaki-Nya, lalu menyembah-Nya. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati.
Di tengah perjumpaan penuh sukacita itu, Yesus kembali memberi amanat penting:
“Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
Pesan ini menegaskan bahwa Injil pertama-tama harus disampaikan kepada orang-orang terdekat, kepada saudara, keluarga, dan komunitas yang paling dekat dengan kehidupan kita.
Sebelum kabar keselamatan menjangkau dunia yang luas, Yesus mengajarkan bahwa kesaksian harus dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari mereka yang hidup bersama kita setiap hari.
Renungan hari ini mengingatkan bahwa memberitakan Injil bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui perbuatan, sikap hidup, kasih, pengampunan, dan teladan yang benar di tengah keluarga.
Keluarga adalah ladang pelayanan pertama yang Tuhan percayakan kepada setiap orang percaya. Di sanalah kasih Kristus harus lebih dulu terlihat nyata.
Karena itu, hidup dalam kebangkitan berarti meninggalkan dosa, menjauhi kejahatan, dan mulai membangun rumah tangga, relasi persaudaraan, serta lingkungan terdekat dengan nilai-nilai kasih Kristus.
Ketika Injil hidup dalam keluarga, damainya akan meluas kepada lingkungan sekitar, lalu menjadi kesaksian bagi banyak orang.
Mari jadikan keluarga sebagai tempat pertama menghadirkan kasih, kebenaran, dan sukacita Kristus yang bangkit.
Doa
Tuhan Yesus, tetapkan hati kami untuk setia memberitakan Injil mulai dari keluarga kami. Mampukan kami mewujudkannya melalui perkataan, sikap, dan perbuatan yang memuliakan nama-Mu. Amin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....