Perang 38 Menit Tercepat Sepanjang Sejarah
- 07 Apr 2026 12:17 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Peristiwa Perang Anglo-Zanzibar pada 27 Agustus 1896 dikenal sebagai konflik paling singkat dalam sejarah manusia. Pertempuran ini hanya berlangsung sekitar 38 menit, bahkan lebih cepat dibanding waktu istirahat sekolah. Kejadian tersebut berlangsung di Zanzibar, yang saat itu merupakan kesultanan merdeka dengan pengaruh kuat dari Inggris.
Awal mula konflik terbilang sederhana namun berdampak besar. Setelah Sultan Hamad bin Thuwaini yang berpihak pada Inggris wafat secara tiba-tiba pada 25 Agustus 1896, sepupunya Khalid bin Barghash segera mengambil alih istana bersama sekitar 2.800 pasukan bersenjata dan mendeklarasikan diri sebagai sultan. Langkah ini bertentangan dengan perjanjian tahun 1886 yang mensyaratkan persetujuan tertulis dari pihak Inggris untuk pengangkatan sultan baru.
Menanggapi hal tersebut, konsul Inggris Sir Basil Cave mengeluarkan ultimatum agar Khalid turun dari tahta sebelum pukul 09.00 pagi pada 27 Agustus. Namun, Khalid menolak dan tetap bertahan di istana sambil mengibarkan bendera kesultanan. Ketika batas waktu berakhir, armada Inggris langsung melancarkan serangan pada pukul 09.02.
Tiga kapal perang Inggris, HMS Philomel, HMS Rush, dan HMS Sparrow, mulai membombardir istana dengan meriam modern. Dalam waktu sekitar sepuluh menit, beberapa bagian istana terbakar. Lima belas menit kemudian, satu-satunya kapal perang Zanzibar, HHS Glasgow, berhasil ditenggelamkan. Menjelang menit ke-30, ledakan besar menghancurkan gudang amunisi dan merusak sebagian besar bangunan istana.
Khalid akhirnya melarikan diri ke konsulat Jerman sebelum pukul 09.40. Serangan pun dihentikan tepat pukul 09.40, menandai berakhirnya perang dalam waktu 38 menit. Sekitar 500 pasukan Zanzibar tewas, sementara pihak Inggris hanya mengalami satu korban luka ringan. Setelah itu, Inggris menunjuk Sultan Hamud bin Muhammed sebagai penguasa baru yang mendukung kepentingan mereka.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The 1896 War against Zanzibar karya Beatrice Nicolini di Universitas Cattolica del Sacro Cuore tahun 2024, konflik singkat ini menyebabkan sekitar 500 korban jiwa dari pihak Zanzibar dan menandai berkurangnya kedaulatan Kesultanan Oman di wilayah tersebut. Inggris juga mengambil alih sejumlah tanah milik Oman sebagai dampak kekalahan perang.
Sementara itu, jurnal dari Johns Hopkins University Press tahun 2007 menyebutkan bahwa pengeboman istana oleh Inggris tergolong berlebihan, mengingat ancaman dari pasukan Khalid sebenarnya sangat kecil. Bahkan, penelitian tersebut menemukan indikasi bahwa operasi militer telah direncanakan beberapa hari sebelum ultimatum diberikan.
Dalam artikel jurnal Historian edisi 123 tahun 2014, disebutkan bahwa jumlah korban dari pihak Zanzibar mencapai lebih dari 500 orang, sedangkan Inggris hanya mengalami satu korban luka. Durasi perang sendiri bervariasi antara 38 hingga 43 menit menurut beberapa sumber, karena tembakan kecil masih berlangsung hingga sekitar pukul 09.45. Meski demikian, secara resmi kedua pihak menetapkan durasi perang selama 38 menit.
Pasca konflik, Zanzibar resmi berada di bawah protektorat Inggris hingga tahun 1963. Khalid bin Barghash kemudian ditangkap pada 1916 dan diasingkan ke Seychelles, sebelum akhirnya meninggal pada 1927 di Mombasa, Kenya. Hingga saat ini, perang yang hanya berlangsung 38 menit tersebut masih tercatat sebagai rekor dunia yang belum pernah terpecahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....