Pola Makan Sehat Kunci Kesehatan di Hari Tua
- 05 Apr 2026 20:20 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Menjaga pola makan di usia lanjut menjadi langkah krusial dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga stroke. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan fungsi metabolisme yang membuat risiko gangguan kesehatan semakin meningkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi polri.go.id masa tua kerap dikaitkan dengan munculnya berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, pentingnya menjaga pola makan sebagai salah satu upaya utama untuk menua secara sehat dan tetap bugar.
Memasuki usia 40 hingga 50 tahun, seseorang tidak lagi dapat memperlakukan tubuh seperti saat berusia 20-an. Jika sebelumnya berbagai jenis makanan dapat dikonsumsi tanpa banyak pertimbangan, maka pada usia lanjut diperlukan selektivitas yang lebih tinggi terhadap asupan harian.
| Baca juga: Tips Hidup Sukses untuk Meraih Masa Depan |
Pola makan sehat tidak hanya berfungsi menjaga berat badan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga fungsi organ tubuh. Lansia disarankan untuk membatasi konsumsi lemak tidak lebih dari seperempat total kebutuhan energi harian. Selain itu, kebutuhan zat besi tetap harus diperhatikan karena berperan dalam pembentukan sel darah merah. Zat besi dapat diperoleh secara alami dari makanan seperti daging, hati, dan sayuran hijau.
Namun demikian, terdapat sejumlah jenis makanan yang perlu dikurangi bahkan dihindari untuk mencegah berbagai penyakit di usia tua. Berikut delapan jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai:
1. Gorengan
Gorengan menjadi salah satu makanan yang sebaiknya dihindari karena mengandung kalori tinggi dan lemak trans. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung. Sebagai alternatif, metode memasak seperti mengukus, memanggang, atau merebus lebih dianjurkan.
2. Makanan Ultra Proses
Makanan ultra proses seperti piza beku, makanan siap saji, dan produk berlapis tepung umumnya mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi. Meski praktis dan mengenyangkan, jenis makanan ini memiliki nilai gizi yang rendah dan dapat berdampak buruk jika dikonsumsi secara rutin.
3. Gula Sederhana dan Tepung Olahan
Roti putih, pasta, dan nasi rafinasi mengandung sedikit serat dan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Untuk pilihan yang lebih sehat, disarankan mengonsumsi biji-bijian utuh yang kaya serat dan membantu menjaga kestabilan gula darah.
4. Pastry Buatan Pabrik
Pastry produksi massal umumnya tinggi kalori namun rendah nutrisi. Konsumsi berlebihan dapat memicu obesitas dan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
5. Daging Olahan
Produk seperti sosis, nugget, dan patty mengandung kadar garam tinggi serta bahan tambahan lain yang kurang baik bagi kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
6. Makanan Tinggi Garam
Asupan garam yang berlebihan, baik dari makanan kemasan maupun tambahan dalam masakan, dapat memicu tekanan darah tinggi. Untuk mengurangi penggunaan garam, masyarakat dapat memanfaatkan rempah-rempah alami seperti bawang putih, lada hitam, dan jintan sebagai penambah cita rasa.
7. Daging Merah
Daging merah memang kaya protein, namun juga mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sebagai alternatif, sumber protein dapat diperoleh dari ikan atau daging unggas yang lebih rendah lemak.
8. Produk Susu Tinggi Lemak
Produk susu dengan kandungan lemak tinggi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolik. Pilihan yang lebih sehat adalah susu rendah lemak atau susu berbasis nabati seperti susu kedelai dan almond. Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, diharapkan masyarakat dapat menikmati masa tua yang lebih sehat, mandiri, dan terbebas dari berbagai penyakit degeneratif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....