RHK Selasa, 31 Maret 2026: Penjahat Dibebaskan, Sang Benar Dihukum

  • 31 Mar 2026 14:59 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Renungan Harian Keluarga (RHK) Selasa, 31 Maret 2026 dari Markus 15:6-7 mengajak umat merenungkan ironi terbesar dalam sejarah keselamatan: seorang penjahat dibebaskan, sementara Yesus yang tidak bersalah justru dijatuhi hukuman.

Dalam perspektif hukum, dikenal adagium Latin “Potius mille impuni dimittantur quam unus innocens puniatur,” yang berarti lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah. Prinsip ini menegaskan bahwa keadilan harus melindungi orang benar dari hukuman yang salah.

Namun, prinsip itu tidak berlaku dalam perkara Yesus Kristus. Meski tidak ditemukan kesalahan apa pun, baik menurut hukum agama maupun hukum negara, Yesus tetap dipaksa untuk dianggap bersalah. Tuduhan terhadap-Nya dibangun di atas kebencian, iri hati, dan manipulasi opini massa.

Pilatus, sebagai penguasa Romawi, sebenarnya telah memeriksa Yesus dan tidak menemukan dasar hukum untuk menjatuhkan hukuman mati. Sebagai upaya meredam kemarahan massa, Pilatus menawarkan tradisi pembebasan seorang tahanan pada hari raya Paskah.

Pada saat itu, ada seorang tahanan bernama Barabas, yang dikenal sebagai pelaku pembunuhan dan pemberontakan. Pilatus berharap orang banyak akan memilih Yesus untuk dibebaskan. Namun, desakan para imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua Yahudi justru mengarahkan massa untuk memilih Barabas.

Di sinilah ironi besar itu terjadi: Barabas, penjahat yang jelas-jelas bersalah, dibebaskan, sedangkan Yesus yang benar dan kudus justru disamakan dengan pemberontak dan pelaku kriminal. Kebenaran dipermainkan, sementara kejahatan diberi ruang.

Meski menghadapi ketidakadilan yang begitu nyata, Yesus tetap menunjukkan kesabaran dan ketabahan. Ia menerima semua proses yang kejam itu sebagai bagian dari karya keselamatan bagi umat manusia.

Renungan ini menjadi panggilan bagi umat untuk tetap setia pada kebenaran, meski dunia terkadang memihak pada ketidakadilan. Pengorbanan Kristus mengajarkan bahwa kasih dan ketaatan kepada Allah harus tetap dijaga, sekalipun harus melewati penderitaan.

Sebagai pengikut Kristus, umat diajak memikul salib kehidupan dengan setia, hidup dalam kepasrahan kepada Tuhan, dan percaya bahwa penyertaan serta berkat-Nya selalu nyata dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....