Renungan Katolik: Sebagai Siapakah Saya dalam Kisah Injil Ini?

  • 23 Mar 2026 04:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil berdasarkan Kalender Liturgi hari ini, Senin, 23 Maret 2026 adalah Yohanes 8:1-11. Pada ayat 10-11 berbunyi "Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Mengutip Renungan Sabda Kehidupan yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Sebagai Siapakah Saya Dalam Kisah Injil Ini?", dikatakan bahwa keseluruhan kisah Injil hari ini mengenai seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus oleh para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dimintai pendapatNya.

Marilah kita merenungkan kisah Injil ini dengan bertanya pada diri sendiri, “Sebagai siapakah saya dalam kisah Injil ini?”, kata Pastor Revi.

Kita mulai dengan menjadi seperti ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka datang membawa batu untuk merajam perempuan malang yang kedapatan berbuat zinah. Mereka merasa orang-orang suci yang pantas menghakimi orang lain yang berdosa. Mereka juga datang hendak menjebak Yesus untuk mencari kesalahanNya dengan memanfaatkan kesalahan perempuan itu. Jadi mereka datang dengan membawa batu kebencian, prasangka dan iri serta dengki, yang siap dilemparkan kepada orang lain. Apakah kita punya sikap seperti itu? Yesus mengajak kita untuk masuk ke dalam diri sendiri, memeriksa hati nurani agar jangan cepat menghakimi orang lain. Ada waktu bagi kita untuk berbalik dan membatalkan semua niat buruk melalui penyesalan dan pertobatan.

Mari melihat diri sebagai perempuan yang tertangkap berzinah. Ia seharusnya mati dirajam dengan batu karena dosanya. Hukum Taurat membenarkan hukuman mati ini. Perempuan ini tidak punya harapan untuk selamat. Baginya itulah hari terakhir hidupnya. Namun ia mendapati bahwa ternyata ia masih hidup. Para penghukum telah pergi dan tinggallah ia bersama Yesus. Yesus pun tidak menghukum dia sesudah Yesus menyelamatkannya dari singa-singa buas yang menghendaki kematiannya.

Kita juga adalah pendosa seperti perempuan ini. Kita pantas dihukum dan kehilangan martabat kita. Tapi Yesus rela mati bagi kita sekalipun kita pendosa. Ia tidak membenarkan kedosaan kita, tapi Ia sangat mencintai kita dan ingin kita selamat dan bahagia bersamaNya. Mari datang selalu pada Yesus dan berterimakasih atas pertolonganNya. Jangan pernah lagi menjauh dariNya.

Yang terutama dari pesan Injil ini, mari menjadi seperti Yesus yang selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan. Ia selalu melihat kebaikan orang lain dan meneguhkannya. Ia mengangkat mereka yang hina dan yang tidak diperhitungkan lagi. Ia memulihkan martabat sesama dan menuntunnya pulang. Bahagianya punya hati seperti Yesus.

”Ya Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.”

Semangat Senin! Buanglah batu untuk menghakimi orang. Lembutkan hati, jadilah seperti Yesus, ujar Pastor Revi menutup renungannya hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....