Minggu Palma Sebagai Pembuka Pekan Suci

  • 23 Mar 2026 03:34 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Minggu Palma, perayaan liturgi Gereja Katolik yang menjadi tanda dimulainya Pekan Suci, yaitu pekan yang penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan. Arak-arakan Yesus memasuki kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja merupakan bagian kecil yang mengawali kisah sengsara-Nya. Umat memperingati peristiwa ini dengan perarakan sambil membawa daun palam yang melambangkan sambutan kemenangan sekaligus mengenang sengsara Tuhan.

Seperti dikutip dari katolisitas.org, menurut kebiasaan liturgis, pada hari Minggu Palma, disiapkan daun palma untuk diberkati dan digunakan oleh umat dalam perarakan menuju gereja untuk merayakan Ekaristi. Daun palma yang dipegang umat itu dilambai-lambaikan sambil menyanyikan lagu-lagu yang mengenangkan sorak-sorai khalayak ramai menyambut kedatangan Yesus di atas seekor keledai hendak memasuki kota Yerusalem sebagai raja damai. Makna daun palma yang dilambai-lambaikan merupakan tanda pujian dan kemuliaan, kemenangan dan damai.

Minggu Palma merupakan tanda dimulainya Pekan Suci, yaitu Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya, Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan, kemudian Sabtu Suci, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Injil. dan Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang mati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....