Renungan Katolik: Mari Pulang Kembali

  • 07 Mar 2026 09:58 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Pada salah satu ayat dalam Bacaan Injil berdasarkan Kalender Liturgi hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026, yakni Lukas 15: 31-32 berbunyi ”Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." Mengutip renungan Sabda Kehidupan yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Mari Pulang Kembali", dikatakan dalam perumpamaan mengenai “anak yang hilang” Yesus mengisahkan kesedihan Bapa di surga ketika anak-anakNya tak lagi peduli dengan Bapanya dan tak peduli satu sama lain. Si bungsu dengan begitu menyakitkan memutuskan ikatan bapa-anak, kakak-adik dan memilih hidup terpisah dari keluarganya untuk mengejar ambisinya sendiri. Dengan sombongnya ia merasa mampu mengatur hidupnya tanpa perlu hidup bersama dengan keluarganya. Betapa menyakitkan hati seorang bapa, bila anaknya tidak lagi membutuhkannya apalagi tidak menghargainya sebagai bapa.

Di pihak lain, anak yang sulung, ternyata juga tidak baik-baik saja. Ia tinggal serumah dengan bapanya, tapi hanya seatap tapi tidak sehati. Memang ia kelihatan dengar-dengaran tapi tidak bahagia dengan semua yang ada padanya. Ia lebih peduli dengan dirinya daripada ikut prihatin dengan kesedihan hati ayahnya karena kehilangan adiknya. Ia tetap menyimpan dendam pada adiknya, karena itu ia tidak setuju bila bapanya berbaik hati dan mengampuni adiknya. Sungguh betapa terluka hati si bapa. Anaknya yang satu memisahkan diri dan meninggalkannya, dan yang lain tetap tinggal dan hidup bersamanya tapi dengan kedekatan semu dan tak mendalam, kata Pastor Revi.

Melalui kisah ini, Yesus ingin menunjukkan betapa Allah Bapa kita begitu mengasihi kita. Bapa merangkul semua anakNya dalam pelukan kasihNya, tak peduli seberapa besar anak-anakNya telah menyakiti hatiNya. PengampunanNya jauh melampaui dosa dan pelanggaran kita. RangkulanNya jauh melampaui baik buruknya kepribadian kita.

Pulang kembali, bertobat dan berdamai kembali, itulah jalan untuk bersatu lagi dan melekat di hati Allah Bapa kita.

Rindukan selalu tinggal di rumah Bapa kita. Bapa di surga sangat rindu kita pulang kembali. Ia tetap setia menanti kita. Kata Paus Fransiskus, “Bapa di surga tak pernah lelah mengampuni kita. Kita yang lelah memohon ampun padaNya.” Mari juga kita berdamai satu sama lain. yang lalu biarlah berlalu, kita mulai lagi yang baru, ajak Pastor Revi menutup renunangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....