Renungan Katolik: Menjadi Pelayan yang Bahagia

  • 03 Mar 2026 09:13 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan", demikian bunyi salah satu ayat dalam Bacaan Injil Kalender Liturgi hari ini, Selasa, 3 Maret 2026, yakni Matius 23:1-12.

Mengutip renungan Sabda Kehidupan yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr, yang berjudul "Menjadi Pelayan yang Bahagia", dikatakan secara manusiawi disebut ‘bos’ atau ‘tuan’ tentu menyenangkan. Ia dipandang sebagai orang besar, ditinggikan, dan dilayani. Tapi sayang ketika orang tidak lagi dilayani karena posisi atau jabatan itu hanya sementara, ia mengalami kekecewaan karena hal yang menyenangkan itu ternyata hanya sementara. Orang dihargai sejauh ia berada di atas, sejauh kedudukannya masih melekat padanya. Berbeda dengan orang yang hidup untuk melayani. Bahagianya tak akan pernah dapat diambil dari padanya, karena sudah menjadi komitmennya untuk memberi diri tanpa mengharapkan pujian serta harapan semu lainnya. Sukacitanya begitu dalam karena hidup sebagai pelayan itulah hidup yang penuh arti.

Yesus telah merendahkan diri dan mengambil rupa seorang hamba untuk melayani kita semua. Ia adalah Tuhan dan Guru, namun Ia membasuh kaki para muridNya. Ia-pun memilih salib yang hina agar kita tak pernah boleh merasa terhina oleh pilihan hidup yang kita jalani. Kehinaan kita telah diangkatNya ketika Ia mengangkat kita menjadi anak-anak Allah yang semartabat denganNya, kata Pastor Revi.

Tidak perlu merasa kehilangan harga diri karena menjadi pelayan. Semoga gelora cinta Yesus dalam melayani menjadi juga dorongan dan gelora cinta kita untuk terus berbahagia melayani Tuhan dan sesama apapun profesi dan pekerjaan kita. Mulailah dari keluarga, lalu keluar, ke lingkungan sekitar, hingga semangat melayani menjadi jati diri kita. Tetaplah rendah hati, dan katakanlah selalu kepada siapa saja yang kita layani: “Aku ini hamba Tuhan, aku ada untuk melayani. Melayanimu itulah yang terindah dalam hidupku".

Selamat melayani dengan tulus dan penuh sukacita. Kita melayani bersama Yesus, kata Pastor Revi menutup renungannya hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....