Renungan Katolik: Anak Terkasih Allah
- 01 Mar 2026 09:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Minggu 1 Maret 2026, Minggu Prapaskah Kedua yaitu Matius 17:1-9. Mengutip renungan Pastor Revi Tanod, Pr, dari ayat 5 yang berbunyi "Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia",
Pastor Revi mengatakan bahwa kita hidup dalam situasi di mana dunia cenderung menilai seorang berdasarkan prestasi. Maka orang yang mendapatkan tempat teratas adalah mereka yang hebat, jago, luar biasa, pandai, atau para peraih angka 8-10. Saat semua prestasi ini hilang, orang menjadi seakan tak berarti dan tak berharga. Ia kehilangan harga diri dan merasa tak berguna. Lebih menyedihkan lagi, ia merasa hampa karena tak dicintai.
Yesus mengalami semua pandangan duniawi ini khususnya saat Ia tergantung di atas kayu salib. Dia yang begitu dipuja puji karena hebatNya membuat mujizat, dihina bahkan dibantai dalam jalan salib yang penuh siksa. Pertanyaannya: Mengapa Yesus tetap bertahan? Semuanya karena Ia punya Allah Bapa yang begitu mencintaiNya. Bapa yang tidak menilai anakNya karena prestasi atau kehebatanmya, tapi karena Yesus adalah AnakNya yang terkasih. Relasi Bapa-Anak itulah segalanya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dan apapun perlakuan orang terhadapNya, dalam hati Yesus suara BapaNya selalu terdengar, “Engkau adalah Anak yang Kukasihi.”
Ada dua kali suara dari langit ini terdengar. Yang pertama yakni ketika Yesus keluar dari air sesudah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Mrk 1:9-11), dan ke dua ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung Tabor. (Mat 17:1-9). Kalau kita simak, sesudah dibaptis di Sungai Yordan, Yesus digoda oleh Iblis di Padang Gurun. Yesus keluar sebagai pemenang. Dia sanggup menghadapi godaan. Sedangkan yang ke dua, yaitu ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung Tabor. Sesudah dari gunung Tabor, Yesus harus mendaki gunung Golgota. Ia menghadapi siksa batin karena dihina dan dicaci serta dibunuh dengan keji. Namun Yesus tetap tabah dan bertahan karena suara BapaNya selalu menguatkan Dia, “Engkau adalah Anak yang Kukasihi.”
Dalam Yesus, kitapun telah diangkat menjadi anak Allah. Kasih Allah adalah segalanya bagi kita. Silahkan dunia menilai dan berkata apapun tentang diri kita.
Tak usah tersanjung karena dipuji, atau terhina ketika direndahkan. Dengarlah bisikan lembut di hati, dalam keheningan doa, suara Bapa kita di surga berkata, “Engkau adalah anak yang Kukasihi.” Inilah kekuatan kita untuk terus melangkah pasti. Sampaikanlah juga ungkapan kasih ini kepada orang-orang yang kita cintai: Orangtua, anak-anak kita, pasangan, saudara dan sahabat. Mari saling menguatkan sebagai anak-anak kesayangan Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....