Kacang Ini Dulu Hanya untuk Bangsawan
- 27 Feb 2026 10:07 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pistachio atau Pistacia vera L. termasuk salah satu kacang tertua yang dikonsumsi manusia. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah, khususnya Iran dan Afghanistan, sebelum menyebar ke Mediterania dan kemudian ke seluruh dunia. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa pistachio telah dikonsumsi sejak 7000 tahun lalu, bahkan disebut dalam catatan kuno sebagai makanan bangsawan.
Pistachio memiliki nilai budaya dan ekonomi yang besar. Selain menjadi makanan, kacang ini juga digunakan dalam berbagai tradisi kuliner, seperti kue, minuman, dan hidangan pesta. Penyebarannya ke Eropa terjadi melalui Jalur Sutra, sementara ke Amerika dibawa oleh imigran pada abad ke-19. Kini, pistachio menjadi salah satu komoditas penting dalam industri pangan global, dengan Iran, Amerika Serikat, dan Turki sebagai produsen utama.
Dalam Jurnal Agronomy Volume 12 Issue 8 berjudul Pistachio (Pistacia vera L.) Domestication and Dispersal Out of Central Asia oleh Basira Mir-Makhamad dan tim, dijelaskan proses domestikasi pistachio dari Asia Tengah hingga penyebarannya ke Mediterania. Peneliti menekankan bahwa pistachio pada awalnya tumbuh liar, lalu diseleksi dan dibudidayakan karena kandungan gizi serta daya simpan yang tinggi. Kajian tersebut juga menerangkan bahwa pistachio termasuk tanaman yang mampu beradaptasi dengan iklim kering dan tanah berbatu, sehingga cocok tumbuh di wilayah gurun.
Kajian yang dipublikasikan dalam Jurnal Foods Volume 10 berjudul Pistachio Nuts: Production, Nutrients, Bioactives and Novel Health Effects oleh Giuseppina Mandalari dan tim dari University of Messina mengulas kandungan nutrisi pistachio yang kaya protein, lemak sehat, serat, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Para peneliti menegaskan bahwa pistachio tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga berpotensi sebagai pangan fungsional modern. Kandungan fitosterol dan polifenolnya terbukti berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan metabolisme.
Hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal Edukasi Pangan Universitas Mataram berjudul Effect of Pistachio Nut and Water Ratio on Pistachio Nut Juice Characteristics oleh Saripah Aminah dan tim membahas pengolahan pistachio menjadi minuman dengan karakteristik gizi berbeda sesuai rasio air dan kacang. Peneliti menyoroti fleksibilitas pistachio dalam inovasi pangan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perbandingan air yang tepat mampu menghasilkan minuman bertekstur lembut dengan cita rasa khas serta kandungan gizi optimal.
Kesimpulan dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa pistachio bukan hanya kacang dengan sejarah panjang, tetapi juga simbol budaya, ekonomi, dan kesehatan. Dari konsumsi bangsawan kuno hingga pangan fungsional modern, pistachio terus menjadi bagian penting dalam peradaban manusia lintas benua. Tanaman ini membuktikan bagaimana tradisi kuliner, perdagangan lintas jalur, dan inovasi pangan dapat menyatu dalam satu komoditas yang bertahan ribuan tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....