Bajak Laut: Dari Ancaman Lautan hingga Legenda Sejarah

  • 23 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Manado


RRI.CO.ID, Manado –Bajak laut merupakan sebutan bagi kelompok atau individu yang melakukan perampokan di laut dengan menyerang kapal dagang maupun kapal lainnya untuk mengambil muatan berharga.

Dikutip dari laman www.britannica.com, aktivitas pembajakan telah ada sejak zaman kuno dan menjadi ancaman serius bagi jalur perdagangan internasional, terutama pada masa ketika transportasi laut menjadi jalur utama distribusi barang antarnegara. Bajak laut biasanya beroperasi di wilayah perairan yang ramai dilalui kapal dagang, seperti Laut Karibia, Samudra Hindia, dan perairan Asia Tenggara.

Dilansir dari laman www.history.com, pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18, yang dikenal sebagai “Zaman Keemasan Bajak Laut”, banyak tokoh bajak laut terkenal bermunculan dan menjadi legenda dalam sejarah maritim. Salah satu di antaranya adalah Blackbeard yang dikenal karena penampilannya yang menyeramkan serta aksinya di perairan Atlantik. Para bajak laut pada masa itu tidak hanya mengejar kekayaan, tetapi juga sering kali merupakan pelaut yang memberontak terhadap kondisi kerja yang buruk di kapal dagang atau angkatan laut resmi.

Selain menjadi ancaman nyata pada masa lalu, kisah bajak laut juga berkembang menjadi bagian dari budaya populer melalui berbagai buku dan film. Salah satu representasi fiksi paling terkenal adalah karakter Jack Sparrow dalam film Pirates of the Caribbean yang menggambarkan kehidupan bajak laut dengan sentuhan petualangan dan humor. Meskipun banyak elemen yang dilebih-lebihkan, cerita tersebut membantu membentuk citra bajak laut sebagai sosok petualang yang bebas dan penuh misteri.

Di era modern, pembajakan laut masih menjadi isu keamanan global, terutama di wilayah perairan tertentu seperti Teluk Aden dan pesisir Somalia. Organisasi internasional seperti International Maritime Organization terus berupaya meningkatkan keamanan pelayaran melalui kerja sama antarnegara guna mencegah tindakan pembajakan yang dapat mengganggu stabilitas perdagangan dunia.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....