Naniura Sashimi Lokal dari Tanah Batak

  • 19 Feb 2026 12:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Ikan naniura merupakan kuliner tradisional masyarakat Batak Toba yang berbahan dasar ikan mas. Hidangan ini kerap dijuluki sebagai sashimi khas Batak karena proses pengolahannya tidak melalui pemasakan dengan api. Daging ikan direndam dalam campuran bumbu asam jungga, yakni buah asam khas Tapanuli, serta andaliman. Perendaman tersebut membuat tekstur ikan menjadi lebih lembut, aman dikonsumsi, dan menghadirkan cita rasa segar dengan aroma rempah yang kuat.

Secara tradisional, naniura disajikan dalam berbagai upacara adat maupun perayaan penting. Selain berfungsi sebagai sajian, hidangan ini juga mengandung nilai budaya karena menggunakan rempah lokal yang merepresentasikan identitas kuliner Batak. Kandungan asam dalam bumbu tidak hanya memberi rasa, tetapi juga berperan sebagai pengawet alami yang membantu mengurangi bau amis pada ikan.

Menurut Jurnal Pengaruh Lama Waktu Perendaman Bumbu terhadap Karakteristik Naniura Ikan Mas oleh Indri Febrina Pakpahan dan tim, durasi perendaman terbukti memengaruhi tekstur, tingkat keasaman, serta kualitas mikrobiologis naniura. Semakin lama direndam, daging ikan semakin lunak menyerupai ikan matang dan bau amisnya menurun. Penelitian ini menegaskan bahwa asam jungga memiliki fungsi sebagai antimikroba alami.

Dalam Jurnal Pijar MIPA Universitas Mataram Tahun 2025, Agis Ayu Cahyani dan Rudiana Agustini meneliti aktivitas antibakteri probiotik pada naniura berbahan ikan nila terhadap bakteri Salmonella typhi. Hasilnya menunjukkan bahwa probiotik yang terbentuk selama proses fermentasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Temuan ini menegaskan potensi naniura tidak hanya sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.

Sementara itu, Jurnal BIOTROPIC The Journal of Tropical Biology menyoroti peran andaliman dalam menjaga kualitas mikrobiologis dengke naniura. Konsentrasi andaliman yang tepat terbukti mampu menekan pertumbuhan mikroba sekaligus meningkatkan cita rasa. Penelitian tersebut menekankan bahwa rempah lokal tidak hanya memberi karakter rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami.

Secara keseluruhan, berbagai kajian menunjukkan bahwa naniura bukan sekadar hidangan tradisional. Proses perendaman menggunakan asam jungga dan andaliman menjadikannya unik, higienis, dan berpotensi sebagai pangan fungsional. Kuliner ini merefleksikan perpaduan antara kearifan lokal, nilai budaya, serta aspek ilmiah dalam tradisi makanan masyarakat Batak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....