Renungan Katolik: Puasa, Prapaskah, Pertobatan dan Pembaharuan Diri

  • 18 Feb 2026 07:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Hari ini, Rabu, 18 Februari 2026 merupakan Hari Rabu Abu - Pantang dan Puasa bagi umat Katolik. Bacaan Injil hari ini, Matius 6:1-6; 16-18). Mengutip Renungan Sabda Kehidupan yang ditulis Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul Masa Puasa - Masa Prapaskah - Masa Pertobatan dan Pembaharuan Diri, Pastor Revi mengambil ayat 17-18 yang berbunyi ”Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Pastor Revi mengatakan "Hari ini adalah hari Rabu Abu, kita memulai kembali masa penuh rahmat yakni masa Pra-Paskah, masa persiapan Paskah Kristus, yang tahun 2026 ini jatuh pada tanggal 5 April. Gereja mengajak kita mempersiapkan Paskah Kristus Tuhan kita selama 40 hari dengan berpuasa dan berpantang.

Sebagai tanda dimulainya masa penuh pertobatan ini, kita menandai diri kita dengan menaruh abu di dahi atau di kepala, sebagaimana bentuk pertobatan umat Israel sejak perjanjian lama (lihat Yosua 7:6, Ayub 2:12).

Saat menerimakan abu di dahi, imam berkata, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Atau “Ingatlah bahwa engkau berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu.”

Ritual ini untuk mengingatkan kita manusia akan kefanaan hidup kita bila tanpa Allah. Kita menyadari siapakah kita di hadapan Allah. Kita begitu rapuh karena diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi abu. Hanya oleh kasih Allah kita diberi nafas kehidupan (Kejadian 2:7 dan 3:19).

Yesus juga berpuasa 40 hari lamanya, untuk ikut mengalami arti penting dari puasa yakni berserah sepenuhnya pada kasih Allah. Maka kitapun ikut berpuasa selama 40 hari. Kali ini kita berpuasa untuk mempersiapkan Paskah Kristus, agar perayaan hari kemenanganNya atas dosa dan maut, kita persiapkan secara lahir batin melalui pertobatan, puasa, doa dan amal.

Hidup doa kita perdalam agar kita semakin dekat dengan Tuhan yang telah menderita sengsara bagi kita.

Puasa membantu kita untuk menyangkal diri supaya hati kita tertuju pada Allah dan menyadari dosa dan kesalahan kita karena merasa sombong dan mandiri, egois dan hanya mencari kepentingan diri sendiri.

Kita telah jauh dari Tuhan dan juga relasi kita dengan sesama telah jauh bahkan putus. Terlebih lagi di masa kini kita perlu melakukn pertobatan ekologis karena telah merusak alam ciptaan Tuhan oleh keserakahan kita.

Dengan mengosongkan diri, memurnikan hati, membersihkan diri dan memperdalam hidup doa serta amal kasih, kita dipulihkan Allah untuk menjadi anakNya yang terkasih, bersinar kembali sebagai citra Allah.

Saat Paskah tiba, hati kita dipenuhi dengan sukacita karena dapat ikut mengalami misteri Paskah Kristus, yakni kita ikut wafat bersama Kristus dengan meninggalkan manusia lama yang kelam, lalu bangkit bersama Yesus serta mengalami hidup baru bersama Dia (Rom 6:11-12).

Inilah saatnya kita mau mengalami rasa lapar dan haus akan kasih Allah. Kita percaya hanya Allah yang dapat memuaskan hati kita oleh kasih karuniaNya.

Mari meninggalkan manusia lama kita, bertobat dan berbalik kepada Allah. Semoga pengampunan Allah oleh salib Yesus membaharui hidup kita, dan mendorong kita untuk sungguh hidup bagi Tuhan, kata Pastor Revi menutup renungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....