Energi Alternatif Tersembunyi di dalam Jeruk
- 12 Feb 2026 14:26 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Percobaan pemanfaatan jeruk sebagai sumber energi alternatif untuk menyalakan jam digital berangkat dari kandungan asam sitrat yang terdapat di dalam buah tersebut. Zat asam ini berfungsi sebagai elektrolit alami. Ketika dua jenis logam berbeda, seperti seng dan tembaga, dimasukkan ke dalam jeruk, terjadi reaksi elektrokimia yang menghasilkan aliran listrik.
Prinsip kerjanya menyerupai baterai sederhana, di mana jeruk menjadi media penghantar ion. Percobaan ini sering digunakan sebagai sarana pembelajaran sains, khususnya untuk memperkenalkan konsep energi terbarukan melalui perangkat kecil seperti jam digital.
| Baca juga: Rekomendasi Wewangian untuk Ruangan di Rumah |
Dalam praktiknya, eksperimen dilakukan dengan menghubungkan beberapa buah jeruk secara seri agar tegangan listrik meningkat. Setiap jeruk rata-rata menghasilkan tegangan sekitar 0,7 hingga 1 volt, sehingga dibutuhkan lebih dari satu buah untuk dapat menghidupkan jam digital. Pada rangkaian tersebut, seng berfungsi sebagai anoda, tembaga sebagai katoda, sementara cairan jeruk bertindak sebagai elektrolit penghantar arus.
Menurut Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Universitas Negeri Yogyakarta Volume 10 Edisi 02 Tahun 2023, penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak kulit jeruk nipis sebagai sumber energi listrik menemukan bahwa limbah kulit jeruk mampu menghasilkan tegangan yang cukup untuk menyalakan perangkat kecil. Penelitian ini menekankan bahwa pemanfaatan limbah organik, termasuk kulit jeruk, berpotensi menjadi energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi (Dimastek) Universitas Wijaya Putra Vol. 04 No. 01 Tahun 2025 melalui penelitian Andi Sri Irtawaty dan tim mengkaji penggunaan jeruk nipis yang dikombinasikan dengan air garam sebagai sumber energi alternatif. Penelitian dilakukan untuk menjawab keterbatasan akses listrik di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa campuran jeruk nipis dan larutan garam mampu meningkatkan daya listrik sehingga lebih efektif menyalakan perangkat sederhana.
Penelitian lain dalam Jurnal Analisis Kulit Buah Jeruk (Citrus Sinensis) Sebagai Bahan Pembuatan Elektrolit Bio Baterai Universitas Muhammadiyah Purwokerto Tahun 2020 oleh Fahmi Salafa dan tim menegaskan bahwa kulit jeruk dapat dimanfaatkan sebagai bahan elektrolit pengganti zat kimia berbahaya pada baterai konvensional. Ion yang terkandung dalam kulit jeruk terbukti mampu menghantarkan listrik dan digunakan untuk mengoperasikan perangkat kecil, termasuk jam digital.
Adapun penelitian Suci Asmarani dalam Jurnal Analisis Jeruk dan Kulit Jeruk Sebagai Larutan Elektrolit Terhadap Kelistrikan Sel Volta Universitas Lampung Tahun 2017 membandingkan beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis, lemon, jeruk medan, dan jeruk pontianak. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat keasaman mempengaruhi besar kecilnya tegangan listrik yang dihasilkan. Buah dengan kadar asam lebih tinggi menghasilkan arus yang lebih stabil sehingga dinilai lebih efektif sebagai sumber energi alternatif.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa jeruk tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif sederhana. Eksperimen ini membuktikan bahwa bahan alami dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, sekaligus menjadi media edukasi tentang energi terbarukan. Meski daya yang dihasilkan masih terbatas, pemanfaatan jeruk menjadi simbol inovasi sains ramah lingkungan dan membuka peluang pengembangan energi alternatif di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....