Ronda Malam dan Solidaritas Warga

  • 12 Des 2025 15:23 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Ronda malam adalah tradisi yang masih dijaga di banyak kampung di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya menjaga keamanan lingkungan tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Suasana pos ronda menjadi ruang kebersamaan di malam hari, tempat warga berkumpul sambil berbincang, minum kopi, atau sekadar bercanda. Tradisi ini membuat warga merasa aman karena lingkungan dijaga bersama sekaligus memperkuat ikatan sosial karena warga saling mengenal lebih dekat.

Ronda malam biasanya dilakukan secara bergiliran. Setiap keluarga atau kelompok warga memiliki jadwal tertentu untuk berjaga. Sistem ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Selain menjaga keamanan dari pencurian atau gangguan, ronda malam juga berfungsi sebagai sarana komunikasi informal antarwarga. Banyak keputusan kecil terkait lingkungan kampung yang dibicarakan di pos ronda sehingga ronda malam menjadi wadah musyawarah sederhana.

Menurut jurnal Forum Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang yang berjudul Pelestarian Jimpitan sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dijelaskan bahwa tradisi ronda malam berkaitan erat dengan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan. Jurnal ini menekankan bahwa ronda malam bukan sekadar aktivitas keamanan tetapi juga sarana pemberdayaan sosial. Melalui kegiatan seperti jimpitan yaitu iuran kecil yang dikumpulkan saat ronda warga dapat membangun solidaritas ekonomi. Dana jimpitan sering digunakan untuk kepentingan bersama misalnya membantu warga yang sakit atau memperbaiki fasilitas kampung.

Selain itu menurut jurnal Universitas Negeri Malang yang berjudul Penyuluhan Perbaikan Sistem Ronda Malam Keliling dijelaskan bahwa kegiatan ronda malam terbukti meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya keamanan bersama. Jurnal ini menekankan bahwa ronda malam bukan hanya menjaga kampung dari gangguan eksternal tetapi juga membangun rasa tanggung jawab kolektif.

Ronda malam adalah simbol kebersamaan. Ia menunjukkan bagaimana masyarakat menjaga keamanan dengan cara sederhana namun penuh makna. Tradisi ini memperkuat rasa saling percaya dan solidaritas warga serta menjaga nilai gotong royong tetap hidup di tengah perubahan zaman.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....