Tulude Upacara Adat Tahunan Lambang Rasa Syukur Masyarakat Sangihe

  • 14 Jan 2025 10:14 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Masyarakat Kepulauan Nusa Utara yang meliputi Sangihe,Talaud,dan Sitaro,Sulawesi Utara, punya upacara adat yang disebut tulude.Upacara tulude ini merupakan acara sakral yang dilakukan sebagai rasa syukur atas segala berkat terhadap Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa).

Dikutip dari laman goodnewsfromindonesia.id,Tulude juga menjadi simbol kerukunan, persatuan,serta kebersamaan masyarakat.Selama upacara berlangsung,masyarakat akan berkumpul untuk makan bersama.Biasanya,masing-masing keluarga akan membawa makanan dan ditempatkan di atas meja panjang untuk dinikmati bersama-sama.Upacara ini telah dilakukan warga Sangihe,Talaud,dan Sitaro selama bertahun-tahun.

Dalam bahasa Sangihe, tulude berasal dari kata Suhude yang artinya tolak.Tulude dimaknai sebagai penolakan terhadap tahun yang lama atau menolak meratapi kehidupan di tahun sebelumnya dan kesiapan untuk menerima tahun baru.Secara harfiah, tulude juga diartikan meluncurkan atau melepaskan sesuatu dari ketinggian.Kemudian,maknanya mengalami perluasan menjadi melepaskan,meluncurkan,mendorong,atau menolak.

Tulude sudah dilakukan sejak abad ke-16 dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Awalnya, upacara dilakukan tepat pada penghujung tahun yaitu 31 Desember.Namun,seiring berjalannya waktu, pelaksanaannya diubah hingga 31 Januari di tahun baru.Acara ini juga jadi media berkomunikasi antara masyarakat Sangihe dan Talaud.Momen ini menjadi waktu untuk mengucap syukur,sekaligus mewariskan nilai-nilai seperti etika, moral, dan patriotik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....